BLORA, Harianmuria.com – Sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Blora dipastikan mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sandy Tresna Hadi, menjelaskan pihaknya mengusulkan bantuan revitalisasi untuk 200 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMP dengan rincian, 45 PAUD, 130 SD, dan 25 SMP.
“Untuk sementara yang dipastikan dapat program revitalisasi ada 11 TK, 14 SD, dan tiga SMP. Usulan tersebut diajukan langsung oleh sekolah, bukan melalui Dinas Pendidikan,” ujar Sandy, Jumat, 26 Juni 2026.
Saat ini proses bantuan revitalisasi memasuki tahap penandatanganan kontrak setelah mengikuti bimbingan teknis (bimtek).
Usulan pembangunan sekolah dapat berasal dari berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, pemangku kepentingan, maupun aspirasi atau pokok pikiran (pokir) anggota legislatif DPR RI.
“Dominasi yang saat ini sudah masuk daftar bukan dari usulan kami, nanti ada skema lain,” katanya.
Di tingkat pusat, kata dia, skema tersebut dikenal sebagai Alokasi Belanja Tambahan (ABT), sedangkan di daerah serupa dengan mekanisme APBD Perubahan.
Namun, pemerintah pusat hanya memprioritaskan sekitar 15 persen usulan dari setiap kabupaten/kota berdasarkan tingkat urgensi atau tingkat kerusakan satuan pendidikan.
“Di Blora terdapat sekitar 600 SD, sekitar 102 SMP, dan lebih dari 900 satuan TK/PAUD. Dari seluruh usulan, yang diprioritaskan hanya sekolah dengan tingkat kerusakan paling mendesak,” ujarnya.
Penentuan prioritas tersebut didasarkan pada data kondisi sarana dan prasarana yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sekolah diminta melengkapi administrasi sebagai syarat verifikasi oleh Kementerian melalui sistem aplikasi.
“Verifikasi dilakukan berdasarkan data Dapodik, mulai dari kondisi kerusakan sedang hingga berat, sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada sekolah yang paling membutuhkan,” kata Sandy.
Sebagai informasi, program revitalisasi sekolah tahun 2025 diberikan kepada 60 satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp38 miliar.
Sedangkan program revitalisasi sekolah dari APBN tahun anggaran 2026 dialokasikan mencapai Rp100 triliun untuk tahap pertama. Jumlah tersebut direncanakan menyasar 11.446 Satuan Pendidikan di seluruh Indonesia.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











