PATI, Harianmuria.com – Rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati juga berdampak ke sektor perikanan tambak. Sedikitnya, 80 hektare tambah terendam rob.
Rob merusak lahan tambak dan menyebabkan ikan budi daya mati. Perawatan tambah dan aktivitas petani tambak pun terpaksa mandek.
Para petani memperkirakan total kerugian akibat rob ini mencapai sekitar Rp60 miliar. Kerugian tersebut berasal dari hilangnya hasil panen, rusaknya sarana tambak, hingga terhentinya aktivitas produksi selama berbulan-bulan.
Petani tambak setempat, Agus Seubekti, berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan permanen untuk mengatasi banjir rob yang terus mengancam kawasan pesisir Tunggulsari.
“Kerugian yang dialami petani tambak akibat banjir rob ini mencapai Rp60 miliar, dan harapan kepada pemerintah, agar segera memberikan solusi terbaik, agar warga bisa kembali menggarap tambak tambak mereka,” tuturnya.
Sekitar dua bulan rob di Tunggulsari menghambat aktivitas warga karena air juga masuk hingga Kawasan permukiman.
Masyarakat dan petani berharap percepatan pembangunan tanggul dan penanganan permanen segera dilakukan agar aktivitas budi daya ikan dapat kembali berjalan dan perekonomian warga pesisir pulih kembali.
Menurut data BPBD Pati, rob di Tunggulsari merendam 73 rumah warga yang tersebar di lima rukun tetangga (RT), yakni 3 rumah di RT 01, 9 rumah di RT 02, 17 rumah di RT 03, 8 rumah di RT 04, dan 36 rumah di RT 05.
Pada Selasa, 23 Juni 2026 Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau kondisi rob yang merendam permukiman warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu.
Dari hasil tinjauannya, Gubernur Jateng menilai rob di Tunggulsari sudah masuk kategori serius karena sudah berdampak pada aktivitas harian masyarakat hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Dampak rob ini luar biasa, khususnya di wilayah Tayu, Pati,” ujarnya.
Gubernur Jateng memastikan pemerintah provinsi menyiapkan anggaran Rp400 juta untuk pembangunan tanggul darurat agar menahan masuknya air laut ke permukiman.
“Yang paling utama adalah membuat tanggul agar air rob tidak masuk rumah. Untuk jangka pendek kita siapkan dana Rp400 juta,” ungkapnya.
Anggaran tersebut akan difokuskan untuk pembangunan tanggul darurat pada titik-titik kritis yang selama ini menjadi jalur masuk air laut ke kawasan permukiman.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











