PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mendukung harga BBM yang berpihak pada rakyat.
Hal tersebut menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi per 11 Juni 2026 untuk Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Selain itu pada Mei lalu pengusaha perikanan dan nelayan juga menyuarakan keberatan terhadap harga solar industri yang mencapai Rp27.000.
Menurut Ali, kenaikan harga BBM mempengaruhi perekonomian masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah. Di sektor perindustrian, BBM mahal dinilai menambah beban biaya produksi.
“Kenaikan harga BBM industri ini sangat memberatkan biaya operasional masyarakat. Sehingga kemudian kemarin ada sekelompok masyarakat (nelayan) demo karena ini menyangkut keberlangsungan hidup para pelaut,” ungkapnya, baru-baru ini.
Oleh karena itu pimpinan DPRD Pati mendorong pemerintah mempertimbangkan harga BBM yang berpihak kepada rakyat.
“Nelayan ini kan taat membayar pajak. Jadi saya mendukung (subsidi khusus). Nanti kita kawal untuk menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah pusat,” sambungnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











