KUDUS, Harianmuria.com – Pertunjukan Tari Lentog pada kirab Lentog Tanjung 2026 berhasil memukau masyarakat di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Camat Jati, Muhammad Zainuddin, menyampaikan bahwa kegiatan budaya yang rutin digelar tiap tahun ini memiliki potensi besar untuk mendorong pengembangan kawasan Lentog Tanjung sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner di Kabupaten Kudus.
Lentog Tanjung selama ini telah menjadi identitas yang melekat kuat dengan Desa Tanjungkarang sehingga perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Lentog ini sudah menjadi brand dan melekat di Desa Tanjungkarang,” ujarnya saat menghadiri kirab pada Minggu, 7 Juni 2026 sore.
Menurut Zainuddin, tradisi kirab budaya merupakan langkah positif untuk memperkuat identitas desa sekaligus membuka peluang pengembangan wisata berbasis budaya dan kuliner.
“Saya kira ini budaya yang baik, kebiasaan yang baik. Nanti di bawah kepemimpinan Pemdes Tanjungkarang ini bisa menjadi potensi wisata,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno, menjelaskan bahwa tema “Tanjungkarang Tempo Doeloe” sengaja diangkat untuk mengingat kembali sejarah desa sekaligus menjaga tradisi yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
Selain kirab budaya, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai permainan tradisional serta festival jajanan tempo dulu yang melibatkan pelaku UMKM setempat. Beragam kuliner tradisional disajikan untuk menghidupkan suasana masa lampau dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.
Menurut Sumarno, pengembangan kawasan Lentog Tanjung ke depan tidak hanya berfokus pada kuliner lentog sebagai makanan khas, tetapi juga diarahkan menjadi pusat wisata kuliner tempo dulu yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah
Ia memiliki gagasan untuk menggelar pasar kuliner tempo dulu secara rutin, baik setiap bulan maupun setiap pekan, apabila mendapatkan respons positif dari masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami berharap ini bisa terus dilanjutkan karena Lentog Tanjung sudah menjadi ikon Desa Tanjungkarang. Jadi saat pengunjung makan Lentog Tanjung, mereka bisa mengingat Tanjungkarang,” terangnya
Pemerintah Desa Tanjungkarang berharap tradisi budaya tersebut dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, Kirab Lentog Tanjung diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga mampu memperkuat posisi Tanjungkarang sebagai destinasi wisata kuliner khas di Kabupaten Kudus.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











