• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Juli 29, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Mengungkap Sejarah Bajang Ratu, Pintu Gerbang Kerajaan Majapahit di Pati

Sekar Sari by Sekar Sari
20 September 2022
in Pati
98 2
POTREt: Bajang Ratu, Pintu Gerbang Majapahit yang masih dijaga sampai sekarang di Kabupaten Pati. (Dokumen Pribadi/Harianmuria.com)

POTREt: Bajang Ratu, Pintu Gerbang Majapahit yang masih dijaga sampai sekarang di Kabupaten Pati. (Dokumen Pribadi/Harianmuria.com)

773
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Situs sejarah berupa Pintu Gerbang Majapahit atau yang di beri nama Bajang Ratu ini terletak di desa Muktiharjo, kecamatan Margoharjo, kabupaten Pati.

Situs ini merupakan satu-satunya peninggalan kerajaaan Majapahit yang masih dapat dijumpai di Kabupaten Pati sampai sekarang. Usia pintu gerbang yang sudah mencapai rastusan tahun ini sarat akan cerita pelajaran sejarah.

Saat ditemui di kediamannya, Budi Santoso (90), selaku mantan juru kunci mengisahkan seputar pernak-pernik masa lampau Pintu Gerbang yang mistis. Bajang Ratu ini dahulu disebut-sebut sebagai pintu menuju kaputren atau khusus lingkungan wanita kerajaan.

“ Pintu yang terbuat dari kayu jati ini bukanlah pintu utama karena saat kehancuran Majapahit pintu utama telah hancur lebur dengan tanah, melainkan pintu menuju kaputren atau khusus lingkungan wanita kerajaan” Ujar Budi pada Minggu (18/09).

Ornamen pada pintu sebelah kanan Bajang Ratu mengisahkan sejarah Ratu Majapahit, Ratu Kencanawungu yang memiliki kisah dengan Damarwulan. Sedangkan pada pintu sebelah kiri menggambarkan peperangan antara Menak Jinggo dan Damarwulan yang pada akhirnya di menangkan oleh Damarwulan.

Di sisi lain, cerita dibalik berpindahnya Pintu Gerbang Majapahit dari Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, bermula dari aksi Bambang Kebo Nyabrang. Pada saat itu ia ingin membuktikan dirinya sebagai keturunan sah Sunan Muria yang bermukim di gunung Muria.

Pada saat itulah, Sunan Muria lantas memberinya syarat untuk memindahkan Bajang Ratu dalam waktu semalam agar dirinya mau mengakui Bambang Kebo Nyabrang sebagai anak. Sebab pada waktu yang sama, ternyata Sunan Muria memiliki maksud menjadikan Bajang Ratu sebagai pintu gerbang di padepokannya.

Rupanya, tidak hanya Bambang Kebo Nyabrang yang hendak memindahkan Pintu Gerbang Majapahit. Di sebuah padepokan Ngerang terdapat seorang murid dari Sunan Ngerang, Raden Ronggo yang kala itu berniat untuk menikahi putri Sunan Ngerang.  Ia pun juga memberikan syarat kepada muridnya tersebut untuk memboyong pintu gerbang Majapahit menuju padepokan.

Sesampaikannya Bambang Kebo Nyabrang dan Raden Ronggo di sana. Peperangan merebut Bajang Rtau pun tidak terelakkan.

Budi Santoso, mengatakan sesaat sebelum peperangan itu terjadi, Sunan Muria pun muncul dan berkata “ Wis padha lerena sak kloron padha bandole”.

”Saat ketika Sunan Muria datang, lalu ia memberhentikan peperangan tersebut, dan akhirnya Sunan Muria mengakui Bambang Kebo Nyabrang sebagai anaknya dan menyuruhnya untuk menjadi penjaga pintu gerbang Majapahit ” ujarnya Budi Santoso.

Ceita sejarah itu masih lekat dengan ingatan Budi Santoso bahkan ia pun mengabadikannya dalam sebuah catatan pribadi. Namun karena telah mencapai usia tua, Budi Santoso saat ini tidak menjabat menjadi juru kunci lagi.

Kini setelah Bajang Ratu sudah tidak ia pegang, segala perawatan situs bersejarah tersebut telah diambil alih oleh pemerintah dan masuk ke dalam salah satu cagar budaya yang dilindungi undang-undang.

“ Jadi karena usia saya sudah tua, maka istilah juru kunci sekarang berganti nama dengan juru pelihara (jupel) yang biasanya datang ke sini setiap hari Rabu, Kamis, Jumat untuk membersihkan pintu gerbang Majapahit tersebut dan sekitarnya agar tetap terawatt” Ujar Budi Santoso.

Ia mengira masih banyak masyarakat khususnya daerah Pati sendiri belum mengetahui pasti sejarah tentang Bajang Ratu. Budi Santoso pun berharap semoga situs cagar budaya yang telah ada di kabupaten Pati ini dapat lebih dikenal oleh khalayak luas. (Kontributor Uin – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bajang RatuInfo MuriaInfo PatipatiPintu Gerbang Kerajaan Majapahit
SummarizeShare56SendShare
Previous Post

10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Kudus, Mulai Jenang Sampai Sirup Parijoto

Next Post

4 Amalan Rebo Wekasan di Bulan Safar Agar Terhindar dari Malapetaka

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Pembangunan SMA Negeri di Jaken dan Tambaromo Pati Masih Dalam Kajian

Pembangunan SMA Negeri di Jaken dan Tambaromo Pati Masih Dalam Kajian

by ulfa puspa
29 Juli 2026
508

PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati masih mengkaji usulan pembangunan baru sekolah negeri di wilayah Jaken dan Tambakromo. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Sunarji, mengatakan...

Dapat Bantuan 1.000 Buku, Pemdes Kedungbulus Pati Kembangkan Perpustakaan Desa

Dapat Bantuan 1.000 Buku, Pemdes Kedungbulus Pati Kembangkan Perpustakaan Desa

by ulfa puspa
29 Juli 2026
508

PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati mengembangkan perpustakaan desa sebagai ruang belajar dan pusat literasi bagi masyarakat. Perpustakaan Desa Kedungbulus dilengkapi koleksi seribu buku...

Kerap Dilanda Banjir, Pemkab Pati Usul Sudetan Sungai Juwana 11 Km

Kerap Dilanda Banjir, Pemkab Pati Usul Sudetan Sungai Juwana 11 Km

by ulfa puspa
28 Juli 2026
519

PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Pati mengusulkan pembangunan sudetan Sungai Juwana menuju lau sebagai antisipasi banjir di wilayah Kecamatan Juwana. Pemerintah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)...

Didemo, Kejari Pati Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Kades Tlogosari

Didemo, Kejari Pati Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Kades Tlogosari

by Sekar Sari
27 Juli 2026
515

PATI, Harianmuria.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Bersatu (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, Senin, 27 Juli 2026. ...

Load More

BERITA UTAMA

Bupati Pemalang Kena OTT, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Fokus Jalankan Amanah

Bupati Pemalang Kena OTT, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Fokus Jalankan Amanah

29 Juli 2026
510
Disdik Grobogan Akui Ada Keterlambatan Penanganan SDN Tanggirejo

Disdik Grobogan Akui Ada Keterlambatan Penanganan SDN Tanggirejo

29 Juli 2026
508
KPK OTT di Jateng, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Istri Ditangkap

KPK OTT di Jateng, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Istri Ditangkap

29 Juli 2026
532
Kerap Dilanda Banjir, Pemkab Pati Usul Sudetan Sungai Juwana 11 Km

Kerap Dilanda Banjir, Pemkab Pati Usul Sudetan Sungai Juwana 11 Km

28 Juli 2026
519

TRENDING HARI INI

  • 8 Kecamatan di Blora Belum Punya SMA/SMK Negeri, Siswa Sambong Tempuh 16 Km ke Cepu

    8 Kecamatan di Blora Belum Punya SMA/SMK Negeri, Siswa Sambong Tempuh 16 Km ke Cepu

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Bupati Blora Beri Bocoran Pejabat yang Diusulkan Jadi Pj Sekda

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • 91 Sekolah di Kudus Akan Gelar Pemilihan Ketua OSIS Serentak 2026

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • KPK OTT di Jateng, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Istri Ditangkap

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pemotor Asal Kudus Luka Berat Usai Tertabrak Truk di Jembatan Tanggulangin Demak

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPRD Kudus Soroti Proses Revitalisasi Pasar Kliwon

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi Dokter Ortopedi. (Freepik/Harianmuria.com)

Viral Pengobatan Alternatif Ida Dayak, Ini Penanganan Patah Tulang Menurut Dokter Ortopedi

6 April 2023
580
Ilustrasi anak yang tengah demam salah satu gejala DBD karena nyamuk aedes aegepty. (Freepik/Harianmuria.com)

Waspada Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti, Kenali Gejala DBD pada Anak di Musim Hujan

15 Oktober 2022
569

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya