• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Jangan Anggap Remeh Stunting, Yuk Ketahui Langkah Pencegahannya

Sekar Sari by Sekar Sari
19 September 2022
in Artikel
74 0
ILUSTRASI: Stunting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik anak. (Freepik/Harianmuria.com)

ILUSTRASI: Stunting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik anak. (Freepik/Harianmuria.com)

573
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Jangan anggap remeh keberadaan stunting. Selain dapat menghambat pertumbuhan tubuh anak, stunting juga dapat menganggu kekuatan daya tahan fisik sampai dengan perkembangan otak. Jika dibiarkan saja stunting dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi anak.

Secara kasat mata anak yang mengalami stunting dengan gen pendek memang terlihat sama, namun sebenarnya keduanya memiliki perbedaan.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh anak balita dibawah umur 5 tahun, akibat kekurangan gizi kronis sehingga membuatnya terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi ini dialami bayi sejak dalam kandungan, namun kondisi stunting dapat terlihat setelah bayi berusia 2 tahun.

Adapun balita pendek (stunted) dan sangat penting (severety stunted) merupakan balita dengan panjang badan (PB/U) dan tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS tahun 2006.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) mengalami penurunan sebanyak 30,8 persen dari Riskesdas 2013, yakni 37,2 persen. Namun presentase tersebut masih jauh dari standar rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu kurang dari 20 persen.

Sebelum mengetahui langkah pencegahan stunting, ada baiknya membahas soal faktor penyebab dari permasalahan ini. Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk oleh ibu hamil maupun anak balita, melainkan pada faktor multi dimensi, yakni:

  1. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi dan kesehatan baik pada masa kehamilan maupun pasca melahirkan
  2. Masih minimnya layanan kesehatan terutama ANC (ante natal care) atau pelayanan kesehatan ubu selama masa kehamilan, dan post natal care atau pelayanan pasca melahirkan dan pembelajaran dini
  3. Kurangnya akses keluarga untuk memperoleh makanan yang bergizi
  4. Kurangnya ketersediaan air bersih dan sanitasi

Sebagai langkah preventif menganggulangi stunting, terdapat dua langkah yang dilakukan oleh pemerintah. Yaitu intervensi sensitif dan intervensi spesifik.

Intervensi gizi spesifik dilaksanakan oleh sktor kesehatan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Sedangkan intervensi gizi sensitif dilakukan oleh sektor lain di luar kesehatan tapi masih berkaitan dalam upaya penanggulangan stunting.

Pada intervensi spesifik, pemerintah memberikan program yang disasarkan pada beberapa kelompok berikut:

  1. Ibu hamil yang kekurangan asam folat, zat besi, dan energi serta protein kronis. Sekaligus memberikan perlindungan ibu hamil terhadap kekurangan iodium dan malaria.
  2. Ibu menyusui dan anak usia 0-6 bulan, dengan memberikan Inisiasi menyusui dini (IMD), edukasi ibu agar memberikan ASI eksklusif, pemberian imunisasi dasar, penanganan bayi sakit secara tanggap, dan pemantauan tumbuh kembang bayi setiap bulan.
  3. Ibu menyusui dan anak usia 7-23 bulan, dengan dorongan pemberian ASI sampai usia 23 bulan serta pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), pemberian obat cacing, suplemen zink, fortifikasi zat besi, perlindungan terhadap malaria, imunisasi, pencegahan dan pengobatan diare.

Sedangkan intervensi sensitif berupa program kegiatan seperti penyediaan akses air bersih, penyediaan sanitasi melalui STBM, fortifikasi bahan pangan oleh Kementerian Pertanian, penyediaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penyediaan Jaminan Persalinan Universal (Jampersal), Keluarga Berencana (KB), edukasi kesehatan seksual dan reproduksi, gizi remaja, pengentasan kemiskinan, peningkatan pangan dan gizi, serta pemberian pendidikan anak usia dini universal oleh Kementerian Pendidikan.

Stunting sendiri mulai mengganggu pertumbuhan manusia sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan yang dihitung dari konsepsi (HPK) sampai usia 2 tahun. Sayangnya, stunting pada balita tidak bisa di sembuhkan. Meskipun demikian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting, yakni:

  1. Mengusahakan agar gizi selalu terpenuhi selama masa kehamilan
  2. Memberikan ASI pada anak sampai usia 6 bulan
  3. Memberikan anak MPASI yang sehat dengan masih memberikan ASI eksklusif
  4. Pantau terus tumbuh kembang anak
  5. Selalu menjaga kebersihan lingkungan

Stunting tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebab bukan soal perkara tumbuh kembang fisik tapi juga gizi. Sehingga dengan terus mengupayakan terbaik untuk melakukan pencegahan stunting, kualitas manusia Indonesia juga dapat terjaga dan mampu berdaya saing dengan bangsa lain. (Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: stunting
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Bawaslu Jepara Buka Rekrutmen Calon Panwaslu Kecamatan

Next Post

Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Kedaulatan Pangan dan Kesadaran Budaya Adalah Kekuatan Bangsa

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Program PMT Anak Stunting di Rembang Bakal Dialihkan ke SPPG

Program PMT Anak Stunting di Rembang Bakal Dialihkan ke SPPG

by ulfa puspa
3 Maret 2026
567

REMBANG, Harianmuria.com – Pengurangan Dana Desa hingga sekitar 70 persen pada 2026 memaksa pemerintah desa melakukan penyesuaian besar terhadap berbagai program prioritas. Salah satu yang terdampak langsung adalah...

Pemkot Salatiga tetap fokus pada program strategis seperti penanggulangan kemiskinan, stunting, pendidikan, dan ekonomi meski menghadapi penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBD 2026.

Dana TKD Berkurang, Pemkot Salatiga Fokus pada Program Strategis di APBD 2026

by Basuki
7 November 2025
523

Pemkot Salatiga tetap fokus pada program strategis APBD 2026 meski dana Transfer ke Daerah (TKD) berkurang, dengan prioritas stunting, kemiskinan, pendidikan, dan ekonomi.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengajak kader PKK menjadi garda terdepan dalam mendukung program prioritas daerah seperti penurunan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan ketahanan pangan.

Bupati Kendal Minta Kader PKK Jadi Garda Terdepan Dukung Program Prioritas Daerah

by Basuki
25 Oktober 2025
543

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengajak kader PKK menjadi garda terdepan dalam mendukung program prioritas daerah seperti penurunan stunting, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Pemkab Blora tingkatkan pemasangan alat KB dengan target 100 persen pasangan usia subur.

Pemasangan Alat KB di Blora Meningkat, Target 100 Persen Pasangan Usia Subur

by Basuki
23 September 2025
544

Pemkab Blora tingkatkan pemasangan alat KB dengan target 100 persen pasangan usia subur. Program ini fokus pada kesehatan keluarga, edukasi, dan akses layanan merata.

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
516
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Merah Putih Berkibar, Veteran Asal Jepara Kenang Kembali Pengabdian di Timor Timur

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

PROGRAM PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dimulai Bulan Depan, Siapa Sasarannya?

3 Januari 2025
588
Pantai Kartini Jepara menawarkan panorama laut menawan, wahana edukasi biota laut, dan rekreasi keluarga lengkap, menjadikannya destinasi wisata favorit di Jepara.

Pantai Kartini Jepara, Ikon Wisata Keluarga dengan Wahana Edukasi dan Panorama Laut Menawan

27 November 2025
604

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya