REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis online pada 2026. Langkah tersebut ditegaskan dalam kegiatan penguatan pelaksanaan SPMB online yang digelar di Aula Lantai 4 Kantor Bupati Rembang beberapa waktu lalu.
Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, mengatakan penerapan sistem online menjadi upaya meningkatkan kualitas layanan penerimaan peserta didik baru agar lebih terbuka dan mudah diawasi masyarakat.
“Harapannya lebih transparan, lebih akuntabel, tidak diskriminatif, dan lebih objektif, sehingga tidak ada keluhan dari masyarakat,” ujarnya, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurut Sholchan, pelaksanaan SPMB di Kabupaten Rembang memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait pemerataan jumlah siswa di tiap sekolah. Sekolah di kawasan perkotaan dinilai lebih diminati dibanding sekolah di luar Kecamatan Rembang.
“Untuk sekolah di dalam kota Rembang, dalam tanda petik terjadi perebutan siswa. Maka solusi yang diambil adalah melalui SPMB online, sehingga tidak ada praktik titip-menitip karena semua proses dapat diakses melalui aplikasi,” jelasnya.
Ia menjelaskan skema SPMB online akan diterapkan pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Namun khusus tingkat SD, pelaksanaan dilakukan secara semi-online untuk membantu orang tua yang mengalami kesulitan saat pendaftaran.
“Pada jenjang SD, pengunggahan berkas dapat dibantu oleh operator sekolah. Jadi orang tua cukup membawa dokumen ke sekolah tujuan, kemudian operator akan membantu mengunggah data ke sistem, sehingga tetap terpantau secara online,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, yang mewakili Bupati Rembang H. Harno, menyebut penerapan sistem tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Rembang dalam menciptakan proses penerimaan siswa yang adil dan transparan.
“Kita ingin memastikan setiap anak di Kabupaten Rembang mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh akses pendidikan tanpa diskriminasi,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid











