BLORA, Harianmuria.com – Kawasan Situs Kesongo di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, mulai dipersiapkan menjadi desa wisata. Pemerintah setempat bersama masyarakat kini melakukan penataan kawasan dan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai langkah awal pengembangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Jati, Suwiji, mengatakan pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat potensi wisata alam berbasis lokal di Kabupaten Blora.
Menurutnya, Situs Kesongo selama ini dikenal memiliki fenomena geotermal berupa semburan lumpur dan uap panas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Kondisi kawasan saat ini relatif aman tanpa aktivitas erupsi. Namun, masih terdapat sejumlah titik yang belum tertata dan minim vegetasi,” ujar Suwiji, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, penataan kawasan menjadi langkah penting untuk mendukung pengembangan desa wisata di wilayah tersebut. Selain mempercantik kawasan, penanaman vegetasi juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
“Ke depan, kawasan tersebut akan terus ditata agar lebih ramah pengunjung. Serta akan kami upayakan untuk pembentukan desa wisata,” katanya.
Ia menyebut keberadaan pepohonan di sekitar kawasan wisata memiliki fungsi ekologis, mulai dari penyedia oksigen, menyerap karbon dioksida, hingga menjaga cadangan air tanah.
Suwiji berharap pengembangan Situs Kesongo dapat menjadi magnet wisata baru di wilayah selatan Kabupaten Blora sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kalau kawasan tertata dan nyaman, wisatawan akan datang. Dampaknya langsung ke masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Yeti Romdonah, mengatakan usulan pembentukan desa wisata di kawasan Situs Kesongo berasal dari pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat.
Menurutnya, pengembangan desa wisata juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menargetkan pembentukan 1.000 desa wisata.
“Dari kami dinas pariwisata itu meminta masyarakat setempat untuk membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis),” ucapnya.
Yeti menjelaskan pembentukan Pokdarwis bertujuan membangun komunitas penggerak wisata yang nantinya menyusun konsep dan desain pengembangan desa wisata.
Ia menegaskan desa wisata tidak hanya berfokus pada satu objek wisata, melainkan mengembangkan potensi kawasan secara menyeluruh.
“Untuk Situs Kesongo yang masih aktif itu, kami akan bekerja sama dengan dinas yang berkaitan dengan migas. Untuk melihat potensi bahaya dan jarak yang harus dihindari ketika membentuk desa wisata,” jelasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











