KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menebar sekitar 15 ribu benih ikan di saluran air Kedunggupit, tepatnya di depan Kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan), Jumat, 10 April 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Sam’ani menyampaikan, penebaran benih ikan ini merupakan bagian dari upaya penataan lingkungan sekaligus membuka potensi destinasi wisata baru bagi masyarakat. Saluran air sepanjang kurang lebih 150 meter itu kini ditata agar lebih bersih dan produktif.
“Salurannya kita tata dan hari ini kita tebar kurang lebih 15 ribu bibit ikan nila. Harapannya bisa menjadi destinasi wisata untuk wilayah sekitar,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut masih dalam tahap uji coba pengelolaan perairan. Jika berhasil, hasil budidaya ikan nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
“Saat ini masih kami uji coba, semoga berhasil. Nanti ikan yang sudah besar bisa dimanfaatkan masyarakat. Monggo, nanti bisa dipancing, tapi harus izin dulu ke Dinas Pertanian dan Pangan,” jelasnya.
Ke depan, kata Sam’ani, Pemkab Kudus juga akan mengintensifkan pembersihan sungai guna menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem.
“Kami akan minta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ikut membantu melakukan pembersihan sungai secara rutin karena bisa membantu menjaga kebersihan, menjaga lingkungan, menjaga ekosistem, sekaligus hiburan masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dispertan Kudus, Didik Tri Prasetiyo, menjelaskan bahwa benih yang ditebar merupakan ikan nila merah-oranye berusia 2 hingga 3 bulan. Ikan tersebut diperkirakan dapat dipanen dalam waktu 3 hingga 4 bulan mendatang.
“Bibit ini jenis nila merah-oranye, jumlahnya sekitar 15 ribu dengan umur 2 sampai 3 bulan. Nanti panennya sekitar 3 sampai 4 bulan ke depan, artinya sudah bisa dipancing. Untuk sementara tidak boleh dipancing dulu sampai tiga bulan ke depan supaya ikan bisa tumbuh dan berkembang dengan sempurna,” tuturnya.
Didik menambahkan, pihaknya berencana menambah sekitar 15 ribu benih ikan lagi di lokasi yang sama dalam waktu dekat, sehingga totalnya mencapai 30 ribu ekor.
“Insyaallah akan kami tebar lagi 15 ribu, jadi totalnya nanti 30 ribu. Biar kalau dipancing lebih enak,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa dari sisi teknis, kondisi air di saluran tersebut dinyatakan layak untuk budidaya ikan, termasuk tingkat keasaman (pH) yang berada dalam kondisi normal.
“PH-nya sudah normal, tidak basa dan tidak asam, sehingga aman untuk ikan. Ke depan akan terus kami pantau, termasuk pertumbuhan dan kemungkinan penyakit,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid











