GROBOGAN, Harianmuria.com – Peristiwa pembacokan terjadi di Dusun Gundi, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan pada Minggu, 29 Maret 2026. Ayah dan ibu kandung pelaku serta empat korban lainnya yang menjadi korban kini dirawat di RSUD Purwodadi.
Pelaku diketahui bernama Supriyanto (33). Peristiwa bermula sekitar 15.00 WIB yang tiba-tiba mengamuk seraya membawa parang lalu melancarkan pembacokan.
Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo membenarkan tindakan kekerasan itu dan menegaskan pelaku kini berada dalam pengawasan polisi.
“Ini kasus tragis karena orang tua kandung ikut jadi korban. Penyidik masih mendalami motif dan kondisi psikis pelaku,” jelas Kapolsek.
Kapolsek Juga mengatakan para korban telah dibawa ke RSUD untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban sudah dirujuk ke RSUD Purwodadi untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Pelaku dijerat Pasal 466 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai penganiayaan berat.
Menurut keterangan kepolisian, saat itu S sedang berada di rumah ayahnya bernama Suroto. Ia dalam keadaan marah-marah untuk mencari telepon genggamnya. Sementara itu, ibu pelaku bernama Suwarti sempat mencoba menenangkan namun justru dicekik hingga tak sadarkan diri.
Setelah itu, pelaku keluar rumah menggunakan motor. Ia juga membawa parang yang ditaruh di dalam jok motor.
Menurut keterangan saksi, Gunawan, mengatakan sejak beberapa hari terakhir pelaku tampak tidak stabil.
“Ibunya bilang, tiga hari ini anaknya kayak linglung. Pas beli bensin di warung saya, ada parang di jok motornya,” jelasnya.
Tak lama, pelaku kembali ke rumah dalam kondisi semakin tak terkendali. Ia mengambil parang dari jok motornya dan langsung menyerang ayahnya.
“Ayahnya luka parah, disabet berkali-kali. Ibunya juga kena bacok saat kondisinya masih lemas,” tambahnya.
Selain membacok ayah dan ibunya, pelaku juga menyerang warga sekitar yang berada di depan rumah, yakni Markini (63) yang mengalami luka bacok di telinga kiri dan kedua tangan, kemudian tiga korban lainnya juga kena bacok, masing-masing Nyami (65), Abu (80), Karni (80),
Korban Markini menjadi yang pertama diserang di luar rumah ketika sedang menggendong cucunya.
“Dia langsung mengayunkan parang tanpa bicara. Warga lari menyelamatkan diri,” kata saksi Gunawan.
Perangkat Desa Sengonwetan, Hartono, mengungkap suasana di lapangan sempat mencekam.
“Saat saya datang, enam korban sudah terluka. Warga panik, berteriak-teriak minta tolong,” ujarnya.
Warga berhasil melumpuhkan pelaku sebelum polisi datang. Petugas Polsek Kradenan kemudian mengamankan Supriyanto dan menyita parang yang digunakan dalam aksi tersebut.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











