REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Rembang pada Jumat, 27 Maret 2026.
Kepala Bappeda Kabupaten Rembang, Afan Martadi, menegaskan bahwa Musrenbangkab RKPD 2027 bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan rancangan awal RKPD.
“Melalui Musrenbang ini diharapkan terbangun kesepakatan bersama terhadap arah pembangunan Kabupaten Rembang Tahun 2027, sekaligus memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Pelaksanaan Musrenbangkab akan digelar secara hybrid, dengan total 400 undangan.
Sebanyak 200 peserta akan hadir langsung di ruang rapat paripurna DPRD, sementara 200 lainnya mengikuti secara daring melalui video conference dan siaran langsung kanal resmi pemerintah daerah. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB.
Afan menjelaskan, penyusunan RKPD 2027 dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari top down, bottom up, teknokratik, hingga politik. Pendekatan ini dinilai penting agar perencanaan pembangunan selaras dengan kebijakan nasional dan provinsi, sekaligus mengakomodasi kebutuhan riil masyarakat.
“Perencanaan dimulai dari Musrenbang desa dan kelurahan, dilanjutkan tingkat kecamatan, hingga puncaknya di Musrenbang kabupaten. Semua tahapan ini menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Dalam rancangan awal, Afan menyebut arah kebijakan pembangunan Kabupaten Rembang tahun 2027 difokuskan pada penguatan perekonomian daerah.
Menurutnya, sektor ekonomi syariah dan pariwisata menjadi salah satu prioritas yang akan didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan yang responsif, serta infrastruktur yang mantap.
Selain itu, sejumlah prioritas pembangunan lainnya juga telah disiapkan, di antaranya peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi daerah, peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan daya dukung lingkungan hidup.
Afan menyebut Pemkab Rembang membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan ini.
“Kami berharap partisipasi aktif dari seluruh pihak, sehingga dokumen perencanaan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan mampu mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid











