BLORA, Harianmuria.com – Jelang masa mudik hari raya Idul Fitri 1447 Hijrah/2026 Masehi, perbaikan Jalan Rembang-Blora-Cepu mendapatkan kucuran anggaran miliaran rupiah. Saat ini jalan nasional tersebut dalam kondisi rusak akibat cuaca ekstrem.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Provinsi Jawa Tengah Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Arif Agus Setyawan, mengatakan menjelang masa mudik lebaran 2026, pemerintah pusat menggelontorkan sekitar Rp3 miliar untuk perbaikan minor ACWC (pelapisan satu lapis aspal), pada dua ruas jalan nasional yang melintasi Kabupaten Blora.
“Rehab minor di dua ruas. Perbaikan Jalan Ahmad Yani panjang sekitar 1,3 kilometer dengan nilai sekitar Rp2 miliar. Sementara ruas Jalan Sudirman 0.5 Kilometer, dengan nilai sekitar Rp1 miliar,” ungkap Arif, Senin, 16 Februari 2026.
Perbaikan jalan nanti berupa pelapisan aspal sebayak satu lapis. Sementara target pengerjaan hanya sekitar 10 hari sehingga saat menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik tidak ada hambatan di jalan nasional yang melintasi Kabupaten Blora.
“Pengerjaan menunggu cuaca tidak hujan. Karena harus ada yang perlu direkondisi dulu bawahnya. Namun, kita targetkan H-10 lebaran tidak ada pekerjaan besar. Sehingga penutupan pada dua ruas jalan itu sudah tidak ada,” terang Arif.
Pelapisan tersebut merupakan lanjutan dari perbaikan tahun 2025. Namun, untuk perbaikan kali ini, tidak dilakukan dengan sistem blok atau pelapisan keseluruhan.
“Sistemnya itu bisa spot-spot atau memanjang. Sesuai kerusakan yang paling membahayakan. Untuk ruas Jalan Sudirman, ada tumpukan aspal. Nanti akan disamaratakan,” terang Arif.
Sebelumnya, ruas jalan nasional yang melintasi Kabupaten Blora mengalami kerusakan berupa lubang-lubang di tengah jalan akibat cuaca ekstrem.
Akibat kerusakan tersebut, masyarakat sekitar memberi rambu-rambu darurat dikarenakan kedalaman lubang mencapai 7 sentimeter, dengan diameter mencapai 50 sentimeter.
Selanjutnya, BBPJN Jateng-DIY melakukan perbaikan darurat guna meminimalisir korban akibat kerusakan jalan. Pasalnya kontruksi aspal tidak dapat menahan tingginya curah hujan.
“Kerusakan berupa lubang yang muncul kita sisir. Pekerjaan-nya kita Patching ditutup aspal panas (hotmix) atau TCM (Tambal Cepat Mantap) Coldmix, dengan aditif secara berlanjut sampai semua tertangani,” terang Arif.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











