• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

NgAllah Suluk Maleman: Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

Rosyid by Rosyid
28 Januari 2026
in Artikel
72 1
Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, di Kelurahan Pati Lor, Kecanatab Pati, Kabupaten Pati, Sabtu, 24 Januari 2026. (Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, di Kelurahan Pati Lor, Kecanatab Pati, Kabupaten Pati, Sabtu, 24 Januari 2026. (Harianmuria.com)

563
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Suluk Maleman memasuki edisi 169 yang bertepatan ulang tahunnya yang ke-14, sengaja memilih tema ‘Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan’. Tema ini bukan hanya respon terhadap kondisi aktual peradaban global, tapi sekaligus mewakili konsistensi Suluk Maleman yang selama 14 tahun tanpa jeda terus menerus mengajak masyarakat untuk merenung tentang diri dan lingkungannya. Selama 169 episode, ngaji budaya yang diinisiasi Anis Sholeh Ba’asyin itu konsisten mengajak masyarakat untuk merenung.

Dalam pengajian yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, di Kelurahan Pati Lor, Kecanatab Pati, Kabupaten Pati, Sabtu, 24 Januari 2026, Anis Sholeh Ba’asyin kembali menyuarakan pentingnya setiap individu menemukan suluh di tengah peradaban yang kian carut marut. Peradaban yang semakin mengabaikan aturan dan hukum; dan diganti dengan kuasa dan kekuatan.

“Bahkan peradaban kita untuk disebut dikendalikan hukum rimba, tak layak. Hukum rimba itu berjalan sesuai tatanan alamiah yang pasti dan tetap, sesuai dengan sunatullah. Semua penghuninya tunduk pada tatanan tersebut. Bahkan istilah raja hutan itu sebenarnya tidak pernah ada faktanya, itu hanya istilah yang diciptakan oleh manusia saja,” ujar Anis membuka dialog.

Anis kemudian menjelaskan bahwa istilah tersebut muncul karena menurut persepsi manusia, yang kuatlah yang berkuasa, sehingga singa atau harimau yang dibayangkan manusia sebagai binatang paling buas, lantas dinobatkan sebagai raja hutan. Istilah ini diam-diam hanya menunjukkan kecenderungan manusia itu sendiri, bukan kenyataan di hutan.

“Oleh karena itu, tak mengherankan bila tatanan dan hukum yang dibuat manusia, acap mengabdi pada kelompok yang kuat dan menindas yang lemah. Tatanan yang nyaris berjalan tanpa kepastian dan sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti keinginan mereka yang memegang kekuasaan. Inilah yang dari waktu ke waktu memproduksi kegelapan. Kegelapan yang akhir-akhir ini nyaris mencapai kesempurnaannya dan mengancam kelangsungan hidup kita semua,” katanya.

Dalam kondisi semacam ini, budayawan asal Pati itu menegaskan pentingnya memaksimalkan kembali fungsi dzikir, tafakur, dan akal. Dengan ketiga metode tersebut, diharap manusia bisa mendapatkan bimbingan dan cahaya untuk laku hidupnya.

“Tiga metode tersebut harus dilakukan terus menerus agar kita tidak tertarik ke kegelapan. Bukankah Allah lewat Al Qur’an selalu mengingatkan tentang pentingnya afala tadzakkarun, afala tatafakkarun, afala ta’qilun?” pantik Anis.

Bagi Anis, dzikir memiliki arti mengingat atau mengenang. Mengingat atau mengenang itu selalu merujuk pada sesuatu yang pernah dialami. Kenangan paling jauh ruh kita adalah sebelum dia ditiupkan ke jasad. Yakni di alam yang oleh para sufi disebut alam alastu, di mana kita diminta persaksian alastu birobbikum, bukankah Aku ini pembimbingmu?

“Kenangan terjauh kita adalah pertemuan kita dengan kehadiran wajah Allah sebagai pembimbing, sebagai guru, sebagai penuntun. Esensi berdzikir adalah mengundang kembali kenangan bahwa hidup kita harus selalu berada dalam bimbinganNya,” terang dia.

Menurut Anis, fungsi utama dzikir adalah mengingatkan manusia bahwa hidupnya tidak akan beres tanpa bimbingan-Nya.

“Makna Rabb itu mencakup pengertian pembimbingan secara bertahap. Dari satu tahap ke tahap selanjutnya. Semua ini mengandaikan bahwa tanpa bimbinganNya, apa pun perangkat dan metode yang kita pakai tak akan menjamin kelurusan tujuan hidup kita. Kegelapan yang saat ini menutup kita, bisa dipastikan sebagai produk pengabaian terhadap bimbinganNya,” ujar Anis.

Kemudian Anis menjelaskan metode kedua, yakni tafakur. Tafakur adalah merenung, dalam kaitan merenungkan pola dan gejala kejadian di dunia. Hasilnya adalah hikmah atau pemaknaan. Oleh karena itu, ayat afala tatafakkarun, lebih tepat dimaknai “apakah tak kau renungkan?”

Dengan banyak merenung, imbuh Anis, pada titik terjauhnya manusia akan menyadari bahwa tidak mungkin mengklaim kebenaran bagi dirinya; karena kebenaran sepenuhnya dari dan selamanya milik Allah.

“Sulit untuk lurus itu bawaan manusia. Tanpa banyak bertafakur, kita cenderung lalai dan celaka. Apalagi bila memiliki kuasa, maka semakin berkuasa semakin merasa bisa berbuat apa saja karena merasa benar, merasa sudah menjalankan kebenaran,” imbuh dia.

Dengan tafakur manusia akan menyadari bahwa dia punya kemungkinan besar untuk, karena itu setiap saat dia butuh bimbingan agar tak sesat.
Setelah dzikir dan tafakur, metode ketiga adalah ta’qilun. Dalam pandangan Anis, ayat afala ta’qilun lebih tepat dimaknai “apakah kamu tak menyimpulkan?”

Karena salah satu makna aql dalam bahasa Arab adalah simpul. Jika kita selalu mengingat Allah sebagai pembimbing, kemudian banyak bertafakur untuk menemukan hikmah, maka kita akan lebih punya ketepatan dalam menyimpulkan.

Pengambilan kesimpulan itu membutuhkan kelengkapan data dan tahapan yang berjenjang. Tidak boleh ada lompatan dalam menyimpulkan.

“Semua persoalan yang ada di diri kita sering kali dari persepsi kita. Sedangkan persepsi yang kebanyakan ditanamkan dari luar, dari pengetahuan yang kebanyakan dibangun lewat banyak lompatan penyimpulan. Apalagi di era media sosial yang serupa pasar malam ini. Maka kita harus membangun pengetahuan asli kita, dalam arti otentik dari nurani kita, dengan menjaga agar tak tergesa menyimpulkan sesuatu” imbuh dia.

Anis mengingatkan jika ini semua tidak dikembalikan ke fitrahnya, maka akan sulit menemukan suluh atau penerang, dan kita akan terus terseret dalam kegelapan. Kita gampang terseret, karena kita sudah lebih dahulu menggelapkan diri sendiri.

“Maka jangan musuhi saudaramu, jangan musuhi bangsamu, jangan musuhi siapa pun. Jangan buat konflik, karena pasti yang untung adalah pihak ketiga,” ujar dia.

Anis kemudian menceritakan bagaimana Imam Ghazali pernah mengingatkan kita untuk tidak sekadar mengandalkan salat dan wirid, namun juga harus berbuat baik kepada orang lain.

“Jangan sampai kita banyak salat, banyak wirid, tapi menghina, menginjak-injak, menindas orang lain,” tambah dia.

Perenungan itulah yang membuat ratusan masyarakat tampak antusias menyaksikan Suluk Maleman baik datang secara langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia maupun melalui berbagai kanal Media sosial.

Ngaji yang digelar pada Januari ini kian spesial dengan pertunjukan wayang sampah yang dibawakan oleh Gagego Musik Kampung bersama dalang Ki Slamet Riyanto. Selain itu Sampai GusUran juga kian memeriahkan Suluk Maleman.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Dongkrak PAD Kudus, Taman Krida dan Wisata Muria Bakal Dikelola Swasta

Next Post

Terkendala Lahan, 81 Desa di Blora Belum Bangun Gerai Koperasi Merah Putih

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
508

REMBANG, Harianmuria.com – Jalan penghubung Desa Kalipang dengan Desa Lodan, tepatnya di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan dalam kurun 15 tahun....

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (kedua kiri) saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dok. KPK/Harianmuria.com)

KPK Bawa 9 Orang dari Klaten untuk Diperiksa di Jakarta, Termasuk Bupati Hamenang dan Kepala BPK Jateng

by Redaksi
16 Oktober 2026
511

JAKARTA, Harianmuria.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan dari 19 orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ke Jakarta. Bupati Klaten Hamenang...

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
507

BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi Rp1,9 miliar tahun anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dengan...

Pemkab Rembang Tangani Jalan Rusak dengan Anggaran Rp35,5 Miliar Tahun Ini

Pemkab Rembang Tangani Jalan Rusak dengan Anggaran Rp35,5 Miliar Tahun Ini

by utia
16 Oktober 2026
507

REMBANG, Harianmuria.com - Pembangunan maupun pemeliharaan jalan di wilayah Kabupaten Rembang tahun ini mendapat dukungan anggaran dengan total sekitar Rp35,5 miliar, tepatnya Rp35.531.147.957,46. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Kabupaten Blora yang menyimpan keindahan di wisata alamnya. (Instagram @nshoim/Harianmuria.com)

10 Wisata Alam di Blora yang Masih Asri dan Paling Menarik, Wajib Dikunjungi Wisatawan

19 Oktober 2022
1.3k
Rp65 Miliar Terkuras untuk JKN, Demak Hadapi Beban Berat Akibat Penonaktifan PBI

Rp65 Miliar Terkuras untuk JKN, Demak Hadapi Beban Berat Akibat Penonaktifan PBI

18 Juni 2025
615

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya