BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Blora mulai melakukan kajian untuk mempercepat inisiatif pembangunan kawasan industri.
Kepala Bapperida Blora, Ahmad Mahbub Djunaidi, mengatakan tahun ini baru masuk tahap kajian. Nantinya dalam kajian tersebut melibatkan instansi terkait maupun unsur masyarakat.
“Kajian ini dapat menentukan, apakah layak atau tidak. Kalau selama ini baru ada Perda RPIK (Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Industri Kabupaten), kalau perbupnya belum ada,” terang Mahbub, Senin, 26 Januari 2026.
Mahbub mengungkapkan, sementara ini belum ada persyaratan untuk berdirinya kawasan industri Blora. Namun, melalui kajian akan terlihat apakah Kabupaten Blora masih berpotensi ada kawasan industri atau sebaliknya.
“Kalau melihat RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Pemprov Jateng, Blora masuk WP Banglor (Wilayah Pengembangan Rembang Blora). Nantinya Blora sebagai penyuplai Kabupaten Rembang,” katanya.
Pemkab Blora Tarik Calon Investor, Siapkan 1.100 Hektar Lahan dan Kawasan Industri
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Blora berupaya menarik investor atas rencana pembuatan kawasan industry. Menurutnya keberadaan kawasan industry dapat memberikan kepastian hukum hingga kemudahan investasi.
Dia menyebutkan ada dua opsi rancangan kawasan industri di Blora. Pertama menggunakan lahan Kawasan peruntukan industri (KPI) eksistensi. Kedua, menggunakan lahan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Cemoro Modang, Kecamatan Sambong.
“Nantinya KHDTK diajukan sebagai KPI baru. Karena kawasan industri berada pada KPI,” katanya.
Adapun total luas lahan KPI eksisting di Kabupaten Blora 1,2 ribu hektare tersebar di 11 kecamatan dan dibagi 11 titik. Namun lahan tersebut milik masyarakat.
Sementara untuk KHDTK Cemoro Modang memiliki luas 1,3 ribu hektare dan lahan milik negara.
Menurutnya, kawasan industri yang akan dikaji itu diharapkan dapat masuk ke proyek strategis nasional (PSN). Pasalnya bila melihat kontruksi keuangan daerah belum mencukupi untuk pembiayaan kawasan industri.
“Nanti Kabupaten Blora akan mengajukan akses pintu tol Rembang – Padangan yang menghubungkan tol Semarang – Tuban dan Tol Ngawi – Bojonegoro – Tuban. Namun itu masih lama, karena menunggu Tol Semarang-Rembang Selesai,” terangnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











