BLORA, Harianmuria.com – Proyek pembangunan Embung Karangjati di Kabupaten Blora dipastikan molor dari jadwal yang ditetapkan. Hingga batas akhir kontrak pada Rabu, 28 November 2025, pekerjaan belum rampung sehingga kontraktor pelaksana, CV Mitra Karya Mandiri, mulai dikenai denda keterlambatan.
Belum Ada Laporan Penyelesaian Pekerjaan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan pihaknya belum menerima laporan penyelesaian proyek hingga hari terakhir masa kontrak.
“Pengerjaan masih belum selesai. Pekerjaan tetap jalan terus dengan dikenakan denda keterlambatan,” ujarnya, Jumat 28 November 2025.
Kontraktor Targetkan Rampung 5 Desember
Perwakilan kontraktor, Ali, mengungkapkan mereka menargetkan proyek tuntas pada 5 Desember 2025, atau seminggu setelah masa kontrak berakhir. Namun faktor cuaca menjadi tantangan besar.
“Kalau cuaca cerah, 5 Desember selesai. Tapi kalau curah hujan masih tinggi, bisa mundur sampai 12 Desember,” jelasnya.
Saat ini progres pekerjaan baru mencapai 80 persen, namun seluruh material disebut sudah tersedia. “Sepuluh persen pekerjaannya pabrikasi, barang sudah jalan. Pintu air sudah jadi tinggal kirim,” tambah Ali.
Denda Keterlambatan Rp8,5 Juta per Hari
Ali menyebut denda keterlambatan per hari yang dikenakan adalah 1/1000 dari nilai kontrak. Dengan nilai kontrak sekitar Rp8,5 miliar, denda per harinya mencapai Rp8,5 juta.
“Keterlambatan itu dendanya 1 per 1000 dari nilai kontrak yang telah disepakati. Artinya denda yang dibebankan kepada kami sekitar Rp8 jutaan per hari,” jelasnya.
Baca juga: Proyek Embung Karangjati Blora Ditarget Selesai November 2025, Pemprov Kucurkan Rp8,5 Miliar

Manfaat Embung Karangjati Blora
Embung Karangjati dibangun di lahan seluas 5 hektare, terdiri dari dua kolam dan area disposal. Proyek ini didanai dari APBD Provinsi Jawa Tengah 2025 dengan durasi kerja 145 hari.
Setelah selesai, embung akan dikelola Pusdataru Jateng selama belum ada proses hibah. Embung ini diharapkan dapat mengairi sekitar 40 hektare lahan pertanian sekaligus membantu mitigasi banjir di wilayah kota Blora.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











