SALATIGA, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menegaskan komitmennya mempercepat penuntasan kawasan kumuh Ngronggo, Kecamatan Argomulyo, melalui Program Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik.
Program ini memberi dampak langsung bagi ratusan kepala keluarga (KK) penerima manfaat sepanjang 2024–2025.
Target Bebas Kumuh Akhir Desember
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas kawasan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Progres lapangan sesuai tahapan. Harapannya seluruh kawasan Ngronggo rampung dan bebas dari kategori kumuh pada akhir Desember 2025,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat, 28 November 2025.
Ia menambahkan pentingnya masukan berbagai pihak untuk memperkuat koordinasi serta memastikan anggaran tepat sasaran.
275 KK di Ngronggo Terima Manfaat
Kepala Bappeda Kota Salatiga, Siswo Hartanto, menjelaskan bahwa selama dua tahun pelaksanaan, program telah menjangkau 275 KK penerima manfaat dan menerbitkan 355 bidang sertifikat tanah.
Pada 2024, pembangunan dilakukan di RT 01, RT 02, dan RT 03/RW 04 Ngronggo dengan 147 KK penerima manfaat serta 229 bidang penerima sertifikat. Tahun 2025, program berlanjut di segmen kedua, yaitu RT 04 dan RT 05/RW 04 dengan 128 KK penerima manfaat dan 126 bidang penerima sertifikat.
“Program PPKT DAK Tematik mengusung konsep Ngronggo Edupark, tidak hanya fokus pada perbaikan fisik tetapi juga pemberdayaan masyarakat,” jelas Siswo.

Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi DAK Tematik PPKT, Ira Lubis, mengapresiasi konsistensi Pemkot Salatiga dalam mengintegrasikan penataan fisik dengan penguatan sosial ekonomi warga.
“Penataan kawasan kumuh harus komprehensif. Dari hasil pengamatan, integrasi itu terlihat jelas di Ngronggo,” ungkapnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











