JEPARA, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan tingkat bahaya gelombang ekstrem dan abrasi yang tinggi.
Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya intensitas hujan dan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu meningkatnya ketinggian gelombang laut.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengingatkan warga agar selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan gelombang laut, mengingat sejumlah kawasan pesisir termasuk dalam zona rawan.
Wilayah dengan Tingkat Bahaya Tinggi
Berdasarkan pemetaan BPBD, sejumlah wilayah di Jepara dikategorikan memiliki tingkat bahaya gelombang ekstrem dan abrasi yang tinggi. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
| Kecamatan | Desa/Kelurahan Rawan |
| Jepara | Karangkebagusan, Demaan, Kauman, Bulu, Jobokuto, Bandengan |
| Mlonggo | Mororejo, Suwawal, Sekuro, Karanggondang |
| Bangsri | Bondo |
| Tahunan | Semat, Teluk Awur, Tegalsambi |
| Kembang | Tubanan, Balong |
| Donorojo | Banyumanis |
“Kami mengimbau seluruh masyarakat pesisir untuk lebih waspada, terutama menghadapi potensi gelombang tinggi dan abrasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” kata Arwin.

Hindari Melaut Saat Gelombang Tinggi
Arwin juga meminta masyarakat pesisir, terutama nelayan, agar menghindari aktivitas melaut ketika kondisi gelombang sedang tinggi. Warga yang tinggal dekat bibir pantai diminta mengamankan barang berharga, memperhatikan struktur rumah, serta menjauhi area rawan longsoran abrasi.
“Koordinasi dengan perangkat desa dan relawan terus kami lakukan. Jika terjadi keadaan darurat, segera laporkan ke call center BPBD Jepara agar dapat ditangani dengan cepat,” tambahnya.
Pihaknya berharap masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana serta meminimalisasi risiko yang mungkin timbul akibat gelombang ekstrem dan abrasi.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











