BLORA, Harianmuria.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora kembali menjadi sorotan, menyusul beredarnya video amatir yang menunjukkan ulat hidup di menu MBG berbahan dasar mi bihun. Video berdurasi 19 detik itu memperlihatkan jelas ada ulat kecil di antara mi bihun.
SPPG Sidomulyo Akui Insiden dan Tarik Menu
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Andre, membenarkan insiden kurang mengenakkan tersebut terjadi pada Kamis, 27 November 2025.
Insiden itu terjadi di TK Pertiwi Pertiwi Mojowetan. Andre menuturkan pihaknya langsung melakukan penarikan menu yang ditemukan terdapat ulat hidup tersebut.
“Itu terjadi di TK Pertiwi Mojowetan. Guru tidak ada laporan di grup juga, tapi sudah keburu viral,” ujar Andre.
Andre mengaku mengetahui insiden itu bukan dari guru atau pihak sekolah, melainkan dari tetangganya yang mengirimkan video viral tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, insiden hanya terjadi pada satu porsi menu.
SPPG Sesalkan Video Viral Tanpa Konfirmasi
Pihaknya menyesalkan penyebaran video yang dilakukan tanpa adanya konfirmasi ke dapur produksi.
“Harusnya guru konfirmasi dulu. Malah saya tahunya dari story medsos,” ujarnya.
Proses Produksi Sudah Sesuai SOP
Menu MBG tersebut terdiri dari nasi, bihun, telur fuyunghai, dan buah jeruk. Andre memastikan seluruh proses produksi makanan sudah sesuai standard operating procedure (SOP).
Andre mengaku heran bagaimana ulat itu bisa ditemukan masih hidup dalam menu. “Menu hari ini kalau ada ulat di bihun, kan harusnya sudah mati. Tidak mungkin hidup segar begitu,” katanya.
“Bihun itu direbus, sayurnya dicuci pakai garam, semuanya sesuai SOP,” tambahnya.
Karena proses memasak dilakukan dengan benar, ia mengaku bingung bagaimana ulat itu dapat tetap hidup.
“Menu hari ini hanya satu yang terindikasi, dan ulatnya masih segar, seperti tidak dimasak,” ujarnya heran.
Baca juga: Heboh Ulat di Menu Bakso Program MBG Blora, Satgas Ancam Laporkan Dapur SPPG ke BGN
Insiden ulat hidup di menu MBG di Blora sebelumnya juga pernah dialami SPPG Sendangharjo pada Rabu, 15 Oktober 2025. Kala itu, seluruh 3.086 porsi makanan yang terlanjur didistribusikan ditarik kembali, mengakibatkan pihak SPPG menanggung kerugian puluhan juta rupiah.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










