KUDUS, Harianmuria.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Undaan terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Salah satunya BUMDes Wonorekso Desa Wonosoco, yang sukses membukukan laba bersih setelah bagi hasil sebesar Rp24,29 juta pada 2024, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp6,57 juta.
Camat Undaan, Arif Budiyanto, menyebut ada sekitar 12 BUMDes aktif di wilayahnya dengan variasi usaha yang terus bertambah setiap tahun.
“Mulai dari pengelolaan sampah, wisata, hingga internet desa. Tahun 2024 bahkan berkembang dengan usaha penyewaan molen dan layanan PPOB,” jelasnya.
Pasar Sarwono Jadi Ikon Desa
Salah satu daya tarik BUMDes Wonorekso adalah Pasar Sarwono, yang digelar rutin setiap Minggu Legi. Pasar ini unik karena menggunakan sistem koin kayu sebagai alat transaksi.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Bahkan, jumlah pengunjung bisa tembus hampir 3.000 orang saat momentum tertentu,” terang Arif.
Rencana Pengembangan Wisata Desa
Ke depan, BUMDes Wonorekso tengah menyiapkan berbagai inovasi, mulai dari website dan media sosial resmi hingga pengembangan wahana offroad dan homestay dengan pemandangan persawahan dan pegunungan.
Selain itu, ada program Ketapang BUMDes, yakni 20 persen laba usaha dialokasikan untuk menopang sektor kuliner desa, seperti beras, jagung, ternak, dan perikanan.
Masuk 10 Besar Desa Wisata Jateng 2025
Prestasi membanggakan juga diraih Desa Wonosoco yang berhasil masuk 10 besar Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2025.
“Aset yang dikelola BUMDes Wonorekso beragam, mulai dari TPA desa, wisata, ATV, sepeda listrik, hingga gedung wisata. Usaha wisata menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan lebih dari Rp100 juta pada 2024,” papar Arif.
Semua Pedagang dari Warga Lokal
Direktur BUMDes Wonorekso, Tri Budi Wahono, menegaskan bahwa seluruh pedagang di Pasar Sarwono adalah warga desa setempat, terutama ibu rumah tangga dan petani.
“Dengan adanya pasar ini, kami berharap masyarakat semakin berdaya dan mandiri,” ujarnya.
Apresiasi Bupati Kudus
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi inovasi BUMDes Wonorekso. “Pasar Sarwono ini termasuk forest healing, terapi hati dan pikiran lewat suasana desa yang damai. Interaksi antarwarga sangat positif,” ungkapnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki











