• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Pelukan Kemerdekaan di Pintu Kepulangan

Basuki by Basuki
16 Agustus 2025
in Artikel
67 4
Pemerintah RI di bawah Presiden Prabowo memulangkan 264 pekerja migran bermasalah dari Malaysia.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding mendengarkan kisah pilu PMI Ilegal saat bekerja di Malaysia di Selter BP3MI Jakarta. (Istimewa/Harianmuria.com)

544
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Di bawah program prioritas Presiden Prabowo, 264 pekerja migran Indonesia yang bermasalah (PMIB) dipulangkan dari Malaysia. Mereka mendapatkan jaminan layanan kesehatan gratis, perlindungan, dan kepastian masa depan bagi anak-anak mereka.

Tanggal 14 Agustus 2025 menjadi momen tak terlupakan bagi 264 orang yang akhirnya bisa kembali ke tanah air setelah bertahun-tahun terpisah dari keluarga. Mereka adalah para pekerja migran yang dipulangkan lewat kebijakan repatriasi. Jika bagi sebagian orang ini hanyalah berita biasa, bagi mereka ini adalah titik balik hidup—akhir dari luka panjang dan awal dari lembaran baru yang penuh harapan.

Mereka datang membawa berbagai cerita pilu: 20 anak yang kehilangan masa bermain, 101 perempuan yang pernah merasakan beban kerja tanpa batas, dan ratusan lainnya yang menanggung kelelahan fisik dan batin. Ada yang pulang dengan koper usang, bahkan ada yang hanya membawa tas plastik. Luka tak kasat mata juga dibawa serta – trauma kekerasan, gaji yang tak pernah dibayar selama bertahun-tahun, dan perlakuan yang jauh dari kata manusiawi.

Pemerintah Hadir, Bukan Sekadar Menjemput

Bagi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), proses ini bukan sekadar penjemputan, melainkan wujud nyata dari amanat konstitusi untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.

Setibanya di tanah air, para PMIB tidak langsung dipulangkan. Mereka ditampung sementara di selter dan rumah aman milik pemerintah. Di sana, mereka menerima cek kesehatan fisik dan mental secara gratis, bagian dari program prioritas Presiden Prabowo yang kini juga menyentuh para pekerja migran. Layanan ini tidak hanya memastikan kondisi fisik mereka pulih, tetapi juga membantu memulihkan luka batin akibat pengalaman pahit di negeri orang.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, hadir langsung di selter BP3MI Jakarta. Dengan tatapan penuh empati, ia menyalami satu per satu PMIB, mendengarkan kisah mereka, bahkan terdiam saat seorang ibu bercerita tentang 11 tahun hidupnya tanpa gaji, hanya diberi makan sekadarnya. “Saya ingin memastikan setiap pekerja migran yang kembali mendapat pelayanan terbaik. Bukan hanya tubuhnya yang sehat, tapi juga hatinya yang pulih,” ujar Karding.

Kisah di Balik Kepulangan

Dari ratusan kisah yang dibawa pulang, salah satunya menggugah hati: seorang bapak paruh baya yang matanya berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana ia bekerja tiada henti dari pagi hingga larut malam, tidur di lantai gudang, tanpa satu sen pun upah. Ada juga seorang ibu yang membawa anaknya, lahir dan besar di negeri asing, yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah airnya.

Kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka 264 orang, ada ribuan hari penuh keringat, air mata, dan kerinduan yang tertahan.

Perintah Presiden: Layani Sampai ke Rumah

Menteri Karding memastikan bahwa setiap PMI akan diantar hingga ke rumah masing-masing. Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Bus-bus disiapkan, biaya transportasi ditanggung, dan komunikasi dengan keluarga difasilitasi.

“Ini adalah perintah langsung dari Presiden. Tidak boleh ada satu pun warga negara kita yang dibiarkan pulang tanpa perlindungan. Mereka berhak mendapatkan layanan terbaik, apa pun statusnya,” tegas Karding.

Layanan ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga soal restorasi martabat. Mereka kembali sebagai warga negara yang setara, bukan sebagai “pekerja ilegal” yang dicap negatif.

Pesan Keras: Jangan Berangkat Secara Ilegal

Di hadapan para PMIB, Karding menyampaikan pesan penting: “Tolong sampaikan kepada keluarga dan kerabat, jangan lagi berangkat secara ilegal. Risikonya terlalu besar. Jika ada niat kuat bekerja di luar negeri, pemerintah siap memfasilitasi secara resmi, aman, dan bermartabat.”

Pemerintah berharap pesan ini menjadi tameng untuk mencegah kisah pilu serupa terulang. Jalan resmi selalu tersedia, mulai dari pelatihan keterampilan, pembekalan bahasa, hingga penempatan yang dilindungi oleh hukum.

Kemerdekaan yang Mereka Rasakan

Bagi sebagian orang, Hari Kemerdekaan adalah pesta rakyat, lomba panjat pinang, atau karnaval bendera. Namun, bagi 264 jiwa ini, kemerdekaan adalah bisa tidur di rumah sendiri tanpa rasa takut, bisa makan tanpa dihitung-hitung, dan bisa memandang langit Indonesia tanpa khawatir dikejar aparat imigrasi.

Di selter, saat lagu “Indonesia Raya” diputar, beberapa dari mereka berdiri dengan tubuh gemetar, tangan di dada, air mata tak terbendung. Mereka mungkin tidak ikut merebut kemerdekaan pada 1945, tetapi mereka baru saja merebut kembali hak-hak mereka sebagai manusia di tahun 2025 ini.

Sebanyak 264 Pekerja Migran Indonesia dipulangkan dari Malaysia dan mendapat perlindungan serta layanan kesehatan gratis.
Petugas KP2MI memberikan layanan kepada PMIB dan anaknya di Lounge PMI Bandara Kualanamu, Medan. (Istimewa/Harianmuria.com)

Tanggung Jawab yang Tak Pernah Usai

Kisah kepulangan ini hanyalah bagian dari kerja panjang KP2MI. Masih banyak pekerja migran di luar sana yang membutuhkan uluran tangan negara. Karding menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, perlindungan pekerja migran menjadi prioritas nasional—tidak hanya bagi mereka yang berangkat resmi, tetapi juga bagi yang terjebak dalam status ilegal.

Program cek kesehatan gratis, bantuan hukum, layanan psikolog, hingga fasilitasi pendidikan bagi anak-anak pekerja migran menjadi langkah nyata. “Anak-anak pekerja migran akan kita dorong masuk sekolah rakyat, agar mereka tidak menjadi korban lingkaran kemiskinan. Pendidikan adalah kemerdekaan yang sesungguhnya,” kata Karding.

Merah Putih yang Menyambut

Matahari sore mulai condong ke barat ketika bus-bus yang membawa para PMIB meninggalkan selter. Di setiap jendela, ada wajah yang menatap keluar – mencari kampung halaman, menanti pelukan keluarga.

Bendera Merah Putih berkibar di sepanjang jalan yang akan mereka lewati. Di momen ini, kemerdekaan terasa lebih nyata. Tidak lagi sekadar seremonial di lapangan, tapi hidup di hati mereka yang baru saja kembali dari perantauan, membawa luka dan harapan baru.

Hari itu, Indonesia tidak hanya merayakan kemerdekaan dari penjajah, tetapi juga kemerdekaan warganya dari belenggu penindasan di negeri orang. Dan pemerintah, melalui KP2MI, telah membuktikan bahwa Merah Putih akan selalu hadir untuk melindungi setiap anak bangsa—di mana pun mereka berada, apa pun kondisinya.

Penulis:
Dr. M. Fachri Labalado, SSTP, M.Si
Wakil Sekretaris Jenderal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Abdul Kadir Kardingkepulangan PMIkesehatan PMIKP2MIPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migranPMI ilegalPMIBPresiden Praboworepatriasi PMI
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Gudang Limbah Busa di Jepara Terbakar Hebat, Kerugian Capai Rp300 Juta

Next Post

Dirut Perusda Kudus Dicopot karena Penggelapan, Wajib Kembalikan Rp180 Juta

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Tantangan dan Kebijakan SDM Indonesia dalam Mempersiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

by Basuki
18 Agustus 2026
513

Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Edukasi pra pendaftaran pekerja migran menjadi bentuk pelindungan negara sebelum bekerja, dengan memperkuat literasi, informasi, prosedur, dan posisi tawar PMI.

Edukasi Pra Pendaftaran Pekerja Migran Indonesia sebagai Bukti Kehadiran Negara Dalam Memberikan Pelindungan Sebelum Bekerja

by Basuki
18 Agustus 2026
519

Oleh: Dini Marhani Harianmuria.com – Kemerdekaan tidak hanya selalu terkait dengan terbebasnya suatu bangsa dari penjajahan. Kemerdekaan juga tercermin dari kemampuan tiap warga negaranya untuk menentukan masa depannya...

Ilustrasi PMI

Membangun PMI Merdeka dari Hulu

by Redaksi
18 Agustus 2026
513

Harianmuria.com - Sudah sekitar 7 (tujuh) tahun saya mengabdikan diri mengurusi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Keluarga Pekerja Migran Indonesia (Keluarga PMI) sebagaimana...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (tengah) menghadiri Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (17/8/2026) malam. (Dok. KP2MI)

Menteri Mukhtarudin Apresiasi Antusiasme Masyarakat terhadap Program Prioritas Pemerintah di Karnaval Monas

by Redaksi
18 Agustus 2026
512

JAKARTA, Harianmuria.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menilai antusiasme masyarakat terhadap program-program prioritas pemerintah terlihat dalam Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di kawasan Monumen Nasional (Monas),...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
601
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Getuk Runting, salah satu jajanan pasar khas Pati. (Instagram @tumbasmangan/Harianmuria.com

Jajanan Pasar Khas Pati Ini Wajib untuk Dicoba

28 Februari 2023
1.4k
Terpilih Nakhodai PMI Kabupaten Pati, Atik Sudewo Tegaskan Komitmen Kemanusiaan

Terpilih Nakhodai PMI Kabupaten Pati, Atik Sudewo Tegaskan Komitmen Kemanusiaan

30 Mei 2025
648

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya