BLORA, Harianmuria.com – Inovasi Gerakan Sejuta Kotak Umat (Geseku) yang digagas oleh Dinas Pangan, Peternakan, Pertanian, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora berhasil menembus babak final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Olah Kotoran Ternak Jadi Pupuk Organik
Geseku merupakan inovasi pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk organik yang bernilai tinggi. Program ini mendorong masyarakat peternak untuk mengelola limbah ternak menjadi sumber daya yang bermanfaat dan berkelanjutan, sebagai pelengkap atau alternatif pengganti pupuk kimia.
“Alhamdulillah, inovasi Geseku sudah masuk sebagai finalis Top Inovasi Pelayanan Publik 2025. Ini bukti nyata bahwa inovasi daerah bisa bersaing secara nasional,” ujar Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora, Mahbub Djunaidi, Senin, 4 Agustus 2025.
Mahbub menjelaskan, saat ini Geseku tengah dalam proses penilaian tahap akhir oleh Tim Panel Independen (TPI) dan masyarakat. Komentar positif pada video inovasi yang diunggah menjadi bagian dari penilaian publik yang akan mempengaruhi hasil akhir.
“Kalau lolos, ini akan menjadi penghargaan nasional pertama dalam ajang KIPP yang diraih Kabupaten Blora,” katanya.
Aplikasi Geseku Permudah Pemantauan
Sementara itu, Kepala DP4 Blora, Ngaliman, menuturkan bahwa aplikasi Geseku telah dikembangkan untuk mempermudah pelaporan dan pemantauan kegiatan masyarakat dalam pengolahan pupuk.
“Melalui aplikasi Geseku, baik penyuluh maupun warga dapat memantau data kotak pupuk, ketersediaan bahan, serta penggunaan pupuk organik secara real-time,” terangnya.
Dengan sistem berbasis data, Dinas dapat mendeteksi wilayah mana yang perlu intervensi atau penguatan dalam pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










