GROBOGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus melakukan modernisasi infrastruktur pemerintahan dengan merenovasi Gedung Riptaloka menjadi Command Center canggih dan ruang pertemuan representatif.
Proyek ini resmi dimulai sejak Selasa, 15 Juli 2025, dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp4,5 miliar.
Gedung yang selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan rapat resmi Pemkab Grobogan akan disulap menjadi gedung dua lantai multifungsi. Lantai pertama akan menjadi pusat kendali informasi (Command Center), dilengkapi layar monitor besar dan ruang tunggu. Lantai dua akan difungsikan sebagai ruang rapat modern untuk mendukung koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Modernisasi Bertahap, Target Rampung 2026
Sekretaris Daerah Grobogan, Anang Armunanto, mengatakan renovasi dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal.
“Renovasi Gedung Riptaloka ini sudah melalui perencanaan matang. Targetnya adalah menghadirkan pusat pemerintahan yang modern, nyaman, dan mendukung pelayanan publik,” ujar Anang, Minggu, 20 Juli 2025.
Pada tahap pertama tahun 2025, proyek ini mendapat alokasi anggaran Rp3 miliar dari APBD. Sisanya akan dilanjutkan pada 2026, mencakup penyelesaian interior dan fasad gedung.
Command Center Terintegrasi dan Aksesibel
Untuk mendukung aksesibilitas, gedung ini juga akan dilengkapi dengan lift dan jembatan penghubung langsung ke Gedung Setda dan BPPKAD Grobogan, guna memperlancar koordinasi internal.
Selama proses renovasi, kegiatan rutin seperti rapat dan forum koordinasi dialihkan ke ruang rapat alternatif. “Kami sudah menyiapkan skema pemindahan kegiatan agar semua agenda tetap berjalan lancar,” tambah Anang.
Transformasi Gedung Riptaloka menjadi bagian dari proyek revitalisasi besar-besaran kawasan perkantoran Pemkab Grobogan. Selain Riptaloka, pemerintah daerah juga merenovasi rumah dinas Wakil Bupati, serta menjadwalkan pembangunan gedung baru untuk Bappeda, Inspektorat, Dinas Sosial, dan kantor kecamatan Ngaringan dan Kradenan.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintahan harus ditopang oleh infrastruktur kerja yang layak dan efisien,” imbuh Anang.
Fungsional dan Berbasis Teknologi
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Grobogan, Wahyu Kurniawan, menyatakan desain gedung benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan fungsional dan perkembangan teknologi.
“Desain memperhatikan sirkulasi, aksesibilitas, dan integrasi sistem informasi. Ini bukan sekadar renovasi, tetapi transformasi total fungsi gedung,” jelasnya.
Dengan hadirnya Command Center ini, Pemkab Grobogan berharap dapat mewujudkan birokrasi yang lebih modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan digital, sekaligus menjadikan Gedung Riptaloka sebagai simbol transformasi pelayanan publik di era digital.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











