• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Senin, Agustus 17, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Pemkab Semarang Segera Lakukan Penanganan Kawasan Kumuh Tahap III

Basuki Rahardjo by Basuki Rahardjo
10 Februari 2025
in News, Semarang
81 0
Kawasan kumuh yang disulap menjadi kawasan layak huni di Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

Kawasan kumuh yang disulap menjadi kawasan layak huni di Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

626
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KAB.SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang akan terus melanjutkan program kerja sama antara Kementerian PUPR dan Kementerian ATR/BPN pada program Kolaborasi Konsolidasi Tanah dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi atau DAK Tematik Pengentasan Permukiman Terpadu (PPKT).

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan program tersebut juga melibatkan Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah, Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang serta pihak lain, dan sudah berjalan sejak tahun 2022-2004.

“Yang sudah berjalan pada program tersebut itu di antaranya adalah di Kawasan Kumuh Penawangan dan Kawasan Kumuh Susukan di Ungaran Timur,” ungkapnya, Minggu (9/2/2025).

Dijelaskan, program kolaborasi tersebut pada tahun 2022 telah melaksanakan konsolidasi tanah sebanyak 350 bidang guna mendukung pelaksanaan kegiatan DAK TA 2022 dan 2023 di Kawasan Kumuh Penawangan, yang ada di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

“Pengurangan luasan kumuh di tahun 2022 ini ada di angka 3,87 hektare (Ha) dan 4,35 Ha di tahun 2023. Sedangkan untuk tahun 2024 kemarin ini berlokasi di Kawasan Kumuh Susukan, di Ungaran Timur dengan luas lahan ada 8,52 Ha,” ungkapnya.

Sebelum dilaksanakan penataan tersebut, kata Ngesti, pemukiman tidak dilengkapi dengan infrastruktur yang baik. Contohnya jalanan yang sempit, minimnya drainase, minimnya penyediaan air minum layak, minim pengelolaan persampahan, minim sanitasi, dan minim pengamanan kebakaran.

“Hasil dari konsolidasi di tahun anggaran 2024 ini ada beberapa hal, di antaranya sertifikat tanah 250 bidang dengan biaya Rp60.537.000 yang berasal dari APBN melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang, kemudian ada pembangunan rumah baru sebanyak 101 unit, dengan anggaran Rp5.322.700.000 bersumber dari DAK,” terangnya.

Ngesti Nugraha juga mengungkapkan hasil lainnya, yakni peningkatan kualitas rumah tidak layak huni sebanyak 68 unit dengan total anggaran Rp1.433.440.000 yang bersumber dari DAK. Kemudian rehabilitasi rumah terdampak sebanyak 10 unit dengan anggaran Rp210.800.000 dari DAK, pembangunan jalan sepanjang 2,2 kilometer dan drainase sepanjang 4.8 kilometer senilai Rp11.708.035.000 dari DAK.

“Ada lagi penyediaan air minum dengan anggaran bersumber dari DAK sebesar Rp963.312.000, lalu sanitasi berupa SPALDT dan TPS3R sebesar Rp1.605.368.000 dari DAK, penyediaan PJU sebesar Rp300.000.000 dari dana APBD Kabupaten Semarang,” paparnya kembali.

Ngesti menambahkan, pada program tersebut juga telah diselesaikan pembangunan mencapai 100 persen dan penerbitan sertifikat telah terlaksana 100 persen pada 250 bidang.

“Dan untuk selanjutnya di tahun 2025 ini akan dilaksanakan penanganan kawasan kumuh di Penawangan yang masuk pada tahap III dengan dukungan penganggaran DAK Tematik PPKT dengan nilai kurang lebih Rp20 miliar,” jelasnya.

Ia berharap adanya penataan kawasan kumuh di tahap III di tahun 2025 di Penawangan di Kecamatan Pringapus itu juga dapat didukung kembali dengan Program Konsolidasi Tanah dengan jumlah 200 bidang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada masyarakat yang telah aktif dalam mendukung program penataan kawasan ini sehingga menjadi kawasan yang asri dan indah. Harapan kami semua yang telah diberikan dapat dirawat dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

(HESTY IMANIAR – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info SemarangKawasan Kumuh
SummarizeShare45SendShare
Previous Post

Disdik Pati Bantah Ada Penerimaan Dapodik Lewat Jalur ‘Siluman’

Next Post

Nyaris Dimassa, Terduga Pelaku Pencurian di Keling Diamankan Polisi

Basuki Rahardjo

Basuki Rahardjo

Berita Terkait

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

by Sekar Sari
7 Juli 2026
553

SEMARANG, Harianmuria.com - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, area pertokoan di Pasar Johar Semarang mulai dipenuhi ibu-ibu yang mengantar anaknya untuk membeli seragam sekolah. Seperti yang terlihat di...

123 Ton Bawang Bombai di Semarang Ternyata Selundupan dari Malaysia

123 Ton Bawang Bombai di Semarang Ternyata Selundupan dari Malaysia

by ulfa puspa
26 Januari 2026
528

Semarang, Harianmuria.com – Polisi mengungkap kasus penyelundupan bawang bombai impor ilegal yang digagalkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kapolrestabes Semarang, Kombes Syahduddi, menyatakan bawang bombai impor ilegal itu...

Pemkot Salatiga menargetkan kawasan Ngronggo bebas kumuh pada akhir 2025 melalui Program PPKT DAK Tematik.

Salatiga Targetkan Kawasan Ngronggo Bebas Kumuh Akhir 2025

by Basuki
28 November 2025
511

Pemkot Salatiga menargetkan kawasan Ngronggo bebas kumuh pada akhir 2025 melalui Program PPKT DAK Tematik. Progres penataan permukiman sudah menyasar 275 KK dan menerbitkan 355 sertifikat tanah.

Pemkot Salatiga menegaskan bahwa kesadaran warga menjadi faktor utama dalam mencegah munculnya kawasan kumuh baru.

Pemkot Salatiga Tegaskan Kesadaran Warga Kunci Utama Cegah Kawasan Kumuh

by Basuki
14 November 2025
556

Pemkot Salatiga menegaskan bahwa kesadaran warga menjadi faktor utama dalam mencegah munculnya kawasan kumuh baru. Melalui penataan PSU dan pemberdayaan masyarakat, pemerintah mendorong lingkungan yang mandiri dan berkelanjutan.

Load More

BERITA UTAMA

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
524
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
527
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
529
DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
528

TRENDING HARI INI

  • Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    171 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    647 shares
    Share 259 Tweet 162
  • Antusiasme Balap Tinggi, Blora Diwacanakan Punya Sirkuit Dragbike Permanen

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • NgAllah Suluk Maleman: Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Harga Material Naik, Anggaran RTLH di Semarang Jadi Rp35 Juta per Unit

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Festival Menjadi Gresik Ajak Warga Cintai Kota Lewat Seni dan Kuliner

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Uniknya Ayam Besengek, Menu Kuliner Khas Jepara Favorit RA Kartini

Uniknya Ayam Besengek, Menu Kuliner Khas Jepara Favorit RA Kartini

21 April 2025
580
Tradisi Meron Sukolilo Pati sebagai bentuk pagelaran memperingati Maulid Nabi. (YouTube/Harianmuria.com)

Mengulik Sejarah dan Makna Budaya Meron, Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Sukolilo Pati

3 Oktober 2022
1.1k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya