• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Peternak Sapi di Semarang Ngeluh Jumlah Pembeli Turun Dampak PMK

Anita by Anita
9 Januari 2025
in News, Highlight, Semarang
68 1
Seorang peternak di Kabupaten Semarang sedang melakukan sterilisasi di kandang sapi miliknya agar terbebas dari serangan PMK. Para peternak sapi mengeluhkan penjualan yang menurun. (Hesty Imaniar | Harianmuria.com)

Seorang peternak di Kabupaten Semarang sedang melakukan sterilisasi di kandang sapi miliknya agar terbebas dari serangan PMK. Para peternak sapi mengeluhkan penjualan yang menurun. (Hesty Imaniar | Harianmuria.com)

532
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Para peternak sapi mengeluhkan turunnya pembeli akibat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kerap menyerang hewan berkuku genap atau ruminansia.

Salah satu pedagang sapi asal Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Amri (50) pun mengeluhkan turunnya jumlah pembeli sapi di peternakannya. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran merebaknya wabah PMK ini.

Dirinya pun tak berani merawat sapi dalam jumlah banyak. Di mana, yang biasanya bisa merawat 15 ekor sapi, kini jumlahnya dikurangi menjadi hanya 2 sapi.

“Sekarang hanya punya dua ekor sapi saja, jenisnya sapi yang saya rawat sekarang ini sapi pegon yang sudah berusia sekitar tiga tahun di rumah saya,” ungkap Amri, Kamis (9/1).

Meski total sapi yang dirawat sudah berkurang sangat drastis, Amri mengaku bahwa dua sapi itu pun tak kunjung laku dijual.

“Sekarang saya hanya merawat dua ekor sapi ini tidak laku-laku terbeli. Sudah tidak ada pembeli, juga tidak ada lagi yang menghubungi saya untuk membeli sapi-sapi saya ini,” keluh Amri.

Pria yang telah lama berkecimpung di perdagangan sapi itu pun mengaku heran dengan kembali merebaknya kasus PMK.

“Mudah-mudahan virus PMK yang naik lagi ini angkanya tidak sampai saat masa-masa Idul Adha nanti,” harap dia.

Di samping itu, dituturkannya bahwa selain jumlah pembeli yang turun, virus PMK yang angka aktifnya terus naik itu juga berdampak pada turunnya harga jual hewan ternak sapi.

“Sebelumnya saya bisa menjual sapi-sapi saya ini di harga rata-rata Rp 17 juta per ekornya. Sekarang, setelah PMK ada lagi, ini (harga sapi) jadi turun di harga Rp 15 juta per ekor. Turunnya sampai Rp 2 juta sendiri,” paparnya.

Kendati demikian, Amri tetap berupaya untuk menjaga dua ekor sapi yang dimilikinya selalu dalam kondisi sehat.

“Saya terus berusaha menjaga dan merawat sapi-sapi saya ini supaya tetap sehat kondisinya, dan terhindar dari PMK ini. Biasanya selain membersihkan kandangnya, saya juga rutin memberinya vitamin dan obat-obatan,” tutur Amri.

Sebelumnya, jika merujuk pada data milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, sejak 1-7 Januari 2025 sudah ada 88 ekor ruminansia di Kabupaten Semarang yang terjangkit PMK.

Dari jumlah itu, enam ekor sapi dinyatakan sembuh, dua ekor mati, dan sisanya masih dalam tahap penyembuhan dengan metode pengobatan yang diberikan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang.

Sementara itu, dijumpai terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah (Jateng), Hariyanta Nugraha menyebut, bahwa dalam kasus PMK di Jawa Tengah, Kabupaten Semarang menjadi salah satu wilayah yang kondisinya masih terkendali.

“Kabupaten Semarang ada 88 ekor hingga per 7 Januari 2025 kemarin. Artinya masih dalam taraf kondisinya itu relatif terkendali, artinya masih baik-baik saja,” ungkapnya.

Menurutnya hal itu dikarenakan pada umumnya kasus PMK di Kabupaten Semarang hanya terjadi di satu hingga dua buah perusahaan. Sebab mereka mendatangkan sapi dari luar daerah yang kesehatannya tidak terjamin.

Lalu, Hariyanta mengimbuhkan, di Jawa Tengah sendiri hingga 7 Januari 2025, total ada 2.387 ekor sapi yang suspect terkena PMK, dari total kurang lebihnya 1,3 juta sapi potong dan sapi perah se-Jawa Tengah.

“Dan ada 25 ekor sapi yang mengalami kesembuhan, dipotong 20 ekor, lalu yang mati ada 56 ekor. Dan sisa kasus PMK yang masih dalam penanganan itu ada 2.286 ekor yang tersebar di 25 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, yang meliputi 207 kecamatan dan 496 desa/kelurahan dari sekitar 8.500 desa/kelurahan se-Jawa Tengah,” beber dia.

Kabupaten Blora menjadi wilayah yang total kasus PMK-nya paling tinggi, yakni 372 ekor. “Kemudian disusul dari Kabupaten Sragen dengan kasus PMK mencapai 307 ekor, di Sragen ini kasus kematiannya juga termasuk tertinggi di Jawa Tengah,” imbuh dia.

Sebagai upaya pencegahan, pihaknya pun telah menutup pasar hewan. Salah satunya di Kabupaten Wonogiri. Pasar itu ditutup pada 6-9 Januari 2025.

“Dan kebijakan soal penutupan pasar hewan ini kami serahkan pada pengelola masing-masing kabupaten/kota yang ada di Jateng karena mereka memiliki langkah-langkah strategis masing-masing,” pungkasnya. (Hesty Imaniar | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita SemarangPMKsemarang hari ini
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Gundukan Sampah di TPS Bandarharjo Semarang Sebarkan Bau Tak Sedap

Next Post

Akhirnya Hadi-Sugeng Sah Jadi Bupati-Wakil Bupati Grobogan Terpilih

Anita

Anita

Berita Terkait

Ekonomi Lesu Bikin PAD Semarang Macet, Pemkot Genjot Sejumlah Sektor Pajak

Ekonomi Lesu Bikin PAD Semarang Macet, Pemkot Genjot Sejumlah Sektor Pajak

by Sekar Sari
18 Agustus 2026
515

SEMARANG, Harianmuria.com - Kondisi ekonomi yang lesu menjadi salah satu penyebab Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang macet. Alhasil Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan rasionalisasi anggaran yang mengakibatkan beberapa...

Pendapatan Daerah Seret, Disperkim Semarang Tunda 19 Persen Program Kerja

Pendapatan Daerah Seret, Disperkim Semarang Tunda 19 Persen Program Kerja

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
513

SEMARANG, Harianmuria.com — Rasionalisasi anggaran Pemerintah Kota Semarang berimbas penundaan pelaksanaan program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).  Sekitar 19 persen program kerja Disperkim kini harus ditunda, termasuk sejumlah...

HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

by Rosyid
17 Agustus 2026
520

SEMARANG, Harianmuria.com - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan pentingnya menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ia sampaikan usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan...

Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
958

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memangkas pos belanja daerah hingga Rp300 miliar untuk menutup potensi defisit pos pendapatan. Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengungkapkan rasionalisasi...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
606
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

25 Mei 2026
565
Peserta JKN Aktif Baru 68 Persen, Blora Belum Capai Target UHC

Peserta JKN Aktif Baru 68 Persen, Blora Belum Capai Target UHC

18 Februari 2026
549

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya