BLORA, Harianmuria.com – Hujan lebat yang kerap disertai angin puting beliung sering menerpa wilayah Kabupaten Blora. Warga diminta berhati-hati saat melintasi jalan yang dikanan dan kiri ditumbuhi pepohonan yang rawan roboh.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora menggatakan meski saat ini data terkini mengenai lokasi daerah rawan tumbang belum dikantongi, namun pihaknya meminta warga tetap waspada.
“Saat ini yang kami pantau sementara di jalur Blora-Cepu, Cepu-Singget. Daerah ini termasuk daerah rawan pohon tumbang,” ujarnya, Kamis, 21 November 2024.
Daerah yang saat ini jadi perhatian salah satunya jalur Cepu-Singget. Jalur ini, banyak pohon rapuh di sepanjang jalan provinsi Cepu-Singget tepatnya di wilayah Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora membuat warga was-was. Pasalnya, pohon-pohon tersebut kering dan tidak lagi mempunyai daun sehingga rawan tumbang. Apalagi saat ini memasuki musim penghujan yang disertai angin kencang.
Kades Ngraho kecamatan Kedungtuban Sri Lestari Indajani mengungkapkan dirinya sudah pernah bersurat ke Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP Blora. Namun hanya di survei dan tidak ditindaklanjuti. Padahal akhir-akhir ini sering terjadi pohon tumbang.
Sementara titik yang disurvei mulai dari pertigaan lampu merah Ngraho ke timur sampai dengan batas desa ada sekitar 145 pohon.
“Kami sudah bersurat ke dinas terkait sejak awal tahun. Belum lama ini ada mobil sedan yang tertimpa ranting pohon. Berharap dinas terkait segera ambil langkah menebang pohon yang rawan tumbang dan mentrabas ranting-ranting pohon yang kering. Apalagi disitu juga terdapat sekolahan. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Sri Lestari.
Pada akhir September dan awal Oktober 2024, TRC BPBD Blora dibantu relawan gabungan sudah mengevakuasi 4 pohon tumbang di wilayah Desa Ngraho kecamatan Kedungtuban. Pohon tersebut berjenis angsana, randu alas dan trembesi.
Menurut anggota TRC BPBD Blora Agung Tri, saat ini ada sekitar 8 pohon di wilayah Desa Ngraho yang rawan roboh.
“Kami khawatir jika tidak segera ditebang, pohon-pohon yang rapuh dan sudah tidak berdaun tersebut akan roboh ke jalan. Apalagi saat ini memasuki musim hujan yang disertai dengan angin kencang,” ujar Agung. (Lingkar Network | Hanafi – Harianmuria.com)










