• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Kacau, 7 Warga Blora Diduga Ditusuk saat Protes Asap Pabrik PT KRI

Sekar Sari by Sekar Sari
15 November 2024
in News, Viral
70 3
Potret luka tusuk yang dialami salah warga Dukuh Kembang, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora saat melakukan protes terkait pencemaran udara PT Kapur Rembang (KRI) pada Rabu malam, 13 November 2024. (Dok. Pribadi/Harianmuria.com)

Potret luka tusuk yang dialami salah warga Dukuh Kembang, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora saat melakukan protes terkait pencemaran udara PT Kapur Rembang (KRI) pada Rabu malam, 13 November 2024. (Dok. Pribadi/Harianmuria.com)

558
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 7 warga Dukuh Kembang, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, diduga menjadi korban penusukan oleh karyawan PT Kapur Rembang (KRI) saat melakukan protes terkait pencemaran udara pada Rabu malam, 13 November 2024.

Kepala Desa (Kades) Jurangjero, Suwoto, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, kronologi penusukan tersebut bermula ketika sejumlah warga setempat meminta agar pihak PT KRI mengecilkan blower agar tidak terlalu menimbulkan asap pembakaran. Pasalnya, para warga menilai asap pembakaran berbau tak sedap tersebut telah mencemari udara di Desa Jurangjero yang hanya berjarak 700 meter dari lokasi pabrik.

“PT KRI membakar pakai batu bara itu ‘kan asapnya luar biasa, pihak warga minta dikecilkan blowernya,” ucap Suwoto pada Kamis, 14 November 2024.

Namun, kata Suwoto, karyawan PT KRI menolak tuntutan warga dan membantah bahwa asap pembakaran pabrik tidak menimbulkan pencemaran udara di desa sekitar. Warga pun mengajak karyawan PT KRI untuk melakukan pembuktian di Desa Jurangjero, tapi ditolak mentah-mentah.

“Terus bercek-cok, tiba-tiba ngambil gunting untuk ditusukkan. Pulang terus laporan ke saya,” jelas Suwoto.

Ia menyebut, ketujuh warga yang menjadi korban penusukan tersebut yaitu Kamid, Nopa, Botol, Agus, Juwair, Wanto, dan Bogi.

“Bogi (luka) di kepala belakang sama kakinya. Terus Nopa pelipis, jahit enam jahitan. Terus yang ditusuk tadi hanya goresan keras, goresan gunting. Terus lainnya kaki, ada yang bahunya,” terang Suwoto.

Usai mendapati ketujuh warganya menjadi korban penusukan, Kades Suwoto kemudian membawa mereka ke RS PKU Blora untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus membuat visum.

“Yang luka ‘kan tujuh orang, tapi yang divisum dua orang. Yang lima itu kepalanya luka, ada foto-fotonya semua dan ada video-video dari PT itu,” paparnya.

Menurut Suwoto, pelaku penganiayaan dengan penusukan tersebut diduga merupakan karyawan dari PT KRI.

“Orang PT KRI, warga asing itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Suwoto berharap agar PT KRI bisa memenuhi permintaan warga Desa Jurangjero. Menurutnya, selama tak ada bau asap pembakaran tidak akan menimbulkan polemik di lingkungan warga setempat.

Ia pun mengaku sejak berdirinya PT KRI yang berlokasi di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, pada Maret 2024 lalu, pihaknya beberapa kali telah melaporkan ke sejumlah pihak terkait keluhan warga atas asap pembakaran yang berasal dari pabrik tersebut. Menurutnya, asap pabrik yang berbau menyengat seperti belerang telah mengganggu pernapasan warga setempat. Hanya saja, laporan tersebut tidak mendapat respons dari pihak terkait.

“Padahal sudah saya laporkan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Rembang, Blora, provinsi, sampai pusat,” ucap Suwoto.

Akibat peristiwa penusukan itu, sekitar 110 warga Desa Jurangjero mendatangi Polres Rembang untuk melaporkan insiden tersebut. (Lingkar Network | Subekan – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: bloraInfo Blorakorban penganiayaanpenganiayaanPenusukan
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Curah Hujan Rendah, Hasil Tangkapan Nelayan Rajungan di Rembang Merosot

Next Post

Warga Keluhkan Kondisi Sungai Berbau Busuk Akibat Limbah PG Trangkil, DLH Pati: Belum Ada Aduan

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
511

BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi Rp1,9 miliar tahun anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dengan...

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
536

BLORA, Harianmuria.com – Kabupaten Blora kembali menarik perhatian investor internasional di sektor energi terbarukan. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Blora menerima kunjungan dari calon investor asal Jepang, Toho Gas,...

Diresmikan Sejak Awal 2022, DPRD Blora Soroti Operasional Bendungan Randugunting 

Diresmikan Sejak Awal 2022, DPRD Blora Soroti Operasional Bendungan Randugunting 

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
518

BLORA, Harianmuria.com – Setelah diresmikan pada awal tahun 2022, pemanfaatan air baku Bendungan Randugunting dirasa belum optimal. Oleh karena itu DPRD Kabupaten Blora meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah...

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
527

BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Blora menggelar festival literasi dengan tema "Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia"di halaman Perpusda selama empat hari mulai Rabu, 14 Oktober 2026. Pelaksanaan Festival...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
536
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
527
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Gamis “Bini Orang” Jadi Tren Baju Lebaran Tahun 2026

Gamis “Bini Orang” Jadi Tren Baju Lebaran Tahun 2026

2 Maret 2026
694
Nampak kawasan wisata Rawa Pening yang harus segera ditata ulang. (Hesty Imaniar | Harianmuria.com)

Disparta Semarang Segera Ajukan Anggaran Penataan Rawa Pening

13 Januari 2025
598

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya