KUDUS, Harianmuria.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Arif Budi Siswanto, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kudus tahun ini akan difokuskan pada 32 titik, dengan total anggaran mencapai Rp120 miliar.
Dalam keterangan resminya, Arif menyampaikan bahwa sejumlah proyek jalan dan drainase saat ini sedang dalam proses pengisian e-katalog, dan pelaksanaannya akan segera dimulai setelah mendapatkan persetujuan dari inspektorat.
“Proyek jalan maupun drainase ini sudah dalam pengisian e-katalog, namun untuk keseluruhannya kita masih menunggu hasil konsultasi dari inspektorat. Untuk pengaspalan jalan masih bisa dilakukan karena itemnya sedikit, tetapi untuk bangunan gedung yang itemnya banyak, mungkin e-katalognya agak kesusahan. Total paket kegiatan tahun ini ada 32 titik dari e-katalog,” jelas Arif, Senin, 5 Agustus 2024.
Arif menjelaskan bahwa proses konsultasi dengan inspektorat meliputi penentuan harga satuan dan survei metode pelaksanaan. Setelah hasil konsultasi tersebut disetujui, pihaknya akan segera memulai pelaksanaan proyek.
“Konsultasinya meliputi harga satuan dan sampai survei metode penentuannya. Ini adalah tahun kedua untuk e-katalog. Untuk tahun kemarin, hasil kualitas di lapangan cukup baik, meskipun ada beberapa titik yang mengalami kerusakan, salah satunya akibat dampak langsung dari banjir di Karanganyar, seperti yang ada di Dersalam, jalan menuju UMK yang digunakan sebagai jalur alternatif untuk kendaraan alat berat,” tambah Arif.
Menurut Arif, total anggaran Rp120 miliar tersebut tidak hanya untuk proyek jalan dan drainase, tetapi juga meliputi belanja pegawai yang mencapai sekitar Rp9 miliar. Anggaran lainnya akan dialokasikan untuk perbaikan jalan, drainase, dan proyek infrastruktur lainnya.
“Total keseluruhan untuk PU adalah Rp 120 miliar, yang meliputi belanja pegawai sekitar Rp9 miliar. Untuk anggaran pokir sendiri sebesar Rp 12 miliar, perbaikan ini menggunakan dana DBHCHT infrastruktur dan pokir sebesar Rp 12 miliar, 600 juta rupiah. Salah satu titik pengerjaan adalah di ruas jalan Gebog-Menawan, Rahtawu, dengan pengerjaan jalan yang bervariatif, ada yang pelebaran, ada yang overlay,” lanjut Arif. (Lingkar Network | Muhammad Fathur Rohman – Harianmuria.com)











