• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Pati Raya Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, BMKG Imbau Antisipasi Krisis Air

ulfa puspa by ulfa puspa
24 Agustus 2026
in Semarang, News
71 2
ILUSTRASI: Lahan kekeringan. (Canva/Harianmuria.com)

ILUSTRASI: Lahan kekeringan. (Canva/Harianmuria.com)

564
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

CILACAP, Harianmuria.com – Wilayah Pati Raya masuk daerah berstatus awas terhadap potensi kekeringan meteorologis dengan curah hujan rendah pada dasarian III Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah (Jateng) juga mengingatkan seluruh wilayah Jateng untuk siaga menghadapi potensi kekeringan meteorologis.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jateng, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan berdasarkan pemutakhiran data per 17 Agustus, peluang curah hujan kategori rendah di bawah 50 milimeter per dasarian di seluruh wilayah Jateng lebih dari 90 persen.

“Sementara berdasarkan peta peringatan dini kekeringan meteorologis periode 21-31 Agustus 2026, status peringatan terbagi menjadi Awas, Siaga, dan Waspada,” katanya pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Goeroeh menyampaikan status Awas meliputi Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri.

Status Siaga mencakup Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Temanggung, Semarang, Boyolali, Sukoharjo, Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Magelang.

Sementara status Waspada disematkan untuk Kota Tegal, Kota Pekalongan, dan Kota Surakarta.

“Status Waspada merupakan peringatan awal ketika hujan tidak turun selama minimal 21 hari. Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan membatasi pemakaian untuk kebutuhan yang tidak mendesak,” terangnya.

Status Siaga menunjukkan hujan tidak turun minimal 31 hari sehingga sumber air seperti sumur dangkal, sungai, dan embung mulai menyusut.

Menurut dia, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada sektor pertanian dan memerlukan pengelolaan irigasi lebih ketat.

“Adapun status Awas merupakan kondisi paling kritis ketika hujan tidak turun minimal 61 hari berturut-turut. Tanah menjadi sangat kering, sumber air berpotensi mengering, dan kekeringan dapat mengancam kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Goeroeh mengatakan seluruh status tersebut diikuti prediksi curah hujan kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang lebih dari 70 persen.

Pada status Awas, kata dia, pemerintah daerah dan instansi terkait perlu mengantisipasi krisis air bersih melalui distribusi air secara rutin.

“Masyarakat juga diminta memprioritaskan air untuk minum dan memasak,” katanya.

Kekeringan juga meningkatkan ancaman gagal panen pada lahan tadah hujan. Oleh karena itu, petani dianjurkan mempertimbangkan tanaman yang lebih tahan kering dan tidak memaksakan komoditas yang membutuhkan banyak air.

Selain itu, risiko kebakaran meningkat akibat banyaknya material kering, sehingga masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Kondisi kekeringan juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi, diare, penyakit kulit, dan gangguan saluran pernapasan akibat keterbatasan air bersih serta paparan debu.

“BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jawa Tengah masih berada pada kriteria curah hujan rendah 0-50 milimeter per dasarian hingga akhir September 2026, dengan awal September dipetakan sebagai fase paling kering,” jelasnya.

Jurnalis: Anta

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita JatengKEKERINGANkemarau
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Jateng Bersholawat, Ahmad Luthfi Serukan Solidaritas untuk Korban Bencana di NTT-Sumatra

Next Post

TKD 2027 Ditambah Rp42 Triliun, ADKASI di Blora Harap Perkuat Pembangunan Daerah

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

by Rosyid
14 Oktober 2026
557

BLORA, Harianmuria.com - Warga Dukuh Gunungrowo, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga karena cuaca...

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
513

DEMAK, Harianmuria.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus mengusulkan Jawa Tengah sebagai model percontohan penanganan tuberkulosis untuk seluruh Indonesia. Rencana tersebut disampaikan saat meninjau Layanan Active Case...

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
516

SEMARANG, Harianmuria.com – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 1.778 kasus yang terlaporkan. Dari jumlah tersebut, 234 kasus terjadi di sekolah. Kasus kekerasan...

DPRD Jateng menerima audiensi Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB) di Ruang Rapat Pimpinan Lantai I Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin (12/10/2026). (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

Warga Menanti Sejak 1997, DPRD Jateng Kawal Pemekaran Brebes Selatan

by Redaksi
12 Oktober 2026
527

SEMARANG, Harianmuria.com – DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mengawal aspirasi pemekaran Brebes Selatan agar usulan pembentukan calon daerah otonom baru (CDOB) tidak kehilangan momentum di tengah penyusunan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi seorang anak yang dirawat karena mengidap gagal ginjal akut anak. (Freepik/Harianmuria.com)

Kenali Gejala Gagal Ginjal Akut Anak, Jarang Kencing Hingga Mual dan Muntah

21 Oktober 2022
608
Pemerintah Kabupaten Blora meluncurkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 95 ribu pelajar.

Blora Luncurkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi 95 Ribu Pelajar

22 Juli 2025
633

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya