REMBANG, Harianmuria.com – Anggaran untuk persiapan kontingen Kabupaten Rembang berkompetisi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 masih belum bisa dicairkan.
Sementara itu jadwal pelaksanaan Porprov Jateng 2026 yang dipusatkan di Semarang Raya semakin dekat, yakni 25-31 Oktober 2026.
Terkait persoalan tersebut, Bupati Rembang, Harno, memastikan dukungan anggaran untuk atlet dan pelatih segera ditindaklanjuti. Pasalnya, anggaran untuk Porprov Jateng sudah dimasukkan pada perubahan APBD 2026.
“Secara aturan APBD perubahan sudah kemarin tanggal 30 (September). Maka terus dilanjutkan ke Gubernur dalam rangka evaluasi Gubernur paling lama dua minggu,” kata Harno saat menerima jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di rumah dinas bupati pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Harno mengatakan akan berkoordinasi langsung dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar proses pencairan dapat dipersiapkan setelah evaluasi perubahan APBD rampung.
“Nanti saya ketemu dengan BPKAD di sini. Nanti bisa sekalian. Biar kalau saya lupa, diingatkan supaya bisa segera dibahas. Jadi sudah saya jadwalkan, habis ini BPKAD ke sini dan nanti langsung saya bahas di situ agar panjenengan plong,” ujarnya.
Pihaknya berharap dukungan anggaran tersebut tidak menjadi kendala bagi atlet dalam menghadapi pertandingan. Menurutnya, para atlet harus bisa fokus menjalani persiapan tanpa terbebani persoalan administrasi maupun pembiayaan.
Pemkab Rembang akan terus memberikan dukungan sesuai kemampuan daerah. Komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat juga akan dilakukan apabila diperlukan.
Selain itu, pihaknya membuka peluang langkah gotong royong apabila dukungan anggaran belum dapat direalisasikan tepat waktu.
Namun, opsi tersebut menjadi pilihan terakhir setelah seluruh mekanisme pencairan melalui pemerintah daerah ditempuh.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Rembang Suswantoro mengatakan persiapan kontingen telah dilakukan sejak proses pendaftaran hingga verifikasi atlet.
Dari 16 cabor yang sebelumnya lolos tahap awal, terdapat sejumlah perubahan. Kontingen Rembang akan berlaga pada 14 cabor dengan kekuatan 60 atlet dan 19 pelatih. Dua cabor yang tidak dapat mengikuti Porprov adalah golf dan sambo.
Untuk golf, Suswantoro menyebut cabor tersebut sudah tidak aktif selama sekitar dua tahun. Sedangkan pada sambo, dua atlet yang sebelumnya lolos harus absen karena kondisi masing-masing.
Salah satunya Dian, atlet sambo asal Pamotan, yang dijadwalkan mengikuti kejuaraan dunia di Kazakhstan pada awal November. Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat tampil di Porprov yang berlangsung pada akhir Oktober.
Sementara atlet lainnya, Dwi Retno, mengalami cedera pada mata kanan dan mendapat rekomendasi untuk beristirahat dari pelatih pelatnas.
KONI Rembang juga masih memperjuangkan status atlet tenis meja melalui proses banding. Sidang banding dijadwalkan berlangsung di Semarang.
“Mohon doanya, yang tiga ini nanti banding. Besok sidang di Semarang. Mohon doanya semoga berhasil menjadi atlet di Kabupaten Rembang,” kata Suswantoro.
Suswantoro menambahkan, Chef de Mission Meeting telah dilaksanakan pada 1-2 Oktober. Sejumlah persoalan teknis, termasuk kondisi atlet, menjadi bagian dari evaluasi persiapan kontingen.
Namun, menurutnya, persoalan paling mendesak saat ini adalah anggaran.
“Kendala kami yang paling urgen adalah anggaran. Anggaran setelah melalui berbagai rintangan yang sangat berat. Alhamdulillah Pak Bupati juga sudah disposisi, sudah ACC,” ujarnya.
KONI berharap pencairan bisa dilakukan sebelum sejumlah cabor mulai bertanding pada 20 Oktober. Pasalnya, selama masa persiapan, sebagian atlet harus menjalani latihan secara mandiri. Karena itu, kepastian anggaran dinilai penting agar kebutuhan kontingen menjelang pertandingan dapat terpenuhi.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











