REMBANG, Harianmuria.com – Kondisi kawasan Kota Pusaka Lasem, Kabupaten Rembang, yang selama ini menjadi salah satu ikon sejarah dan budaya di Jawa Tengah, mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Sejumlah fasilitas umum di Kota Pusaka Lasem dilaporkan rusak, hilang, hingga tidak terawat, sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengurangi wajah kawasan yang pernah mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat tersebut.
Pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem, Kiai Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem atau Gus Zaim, menyayangkan kondisi Kota Pusaka Lasem yang kini tak terawat.
“Memang kita sayangkan sekali. Banyak sekali fasilitas dari Kota Pusaka Lasem yang dulu sangat diperhatikan pemerintah pusat. Tapi sekarang banyak fasilitas yang hilang atau rusak,” ujarnya pada Jumat, 22 Mei 2026.
Gus Zaim mencontohkan sejumlah tiang lampu penerangan yang tumbang serta tutup drainase berbahan besi yang hilang di beberapa titik. Dari pengamatannya, kerusakan tersebut diduga tidak terjadi secara alami.
“Saya lihat modenya seperti dirusak dulu, kemudian baru diambil. Tutup besi drainase itu banyak yang hilang,” katanya.
Selain itu, Banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga membuat sejumlah ruas Kota Pusaka Lasem gelap pada malam hari.
“Kalau malam hari banyak yang gelap sama sekali karena lampu-lampunya mati. Ini mestinya menjadi perhatian pemerintah sesuai kewenangannya,” lanjutnya.
Menurutnya, persoalan di Kawasan Kota Pusaka Lasem tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum juga dibutuhkan.
“Kita semua punya kepentingan. Masyarakat juga harus memiliki kewajiban moral untuk ikut menjaga fasilitas umum yang ada,” tegasnya.
Hilangnya tutup drainase ternyata juga menyebabkan kecelakaan. Gus Zaim mengungkapkan, kerusakan tersebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
“Satpam pesantren melaporkan sudah ada dua kejadian. Setelah saya konfirmasi ke beberapa kawan, total ada sekitar enam orang yang mengalami kecelakaan karena sepeda motornya masuk ke lubang drainase,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani agar tidak menimbulkan korban lebih banyak.
Keluhan serupa disampaikan warga sekitar, Kristianto. Ia mengatakan warga terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk memperbaiki penerangan yang rusak karena tidak kunjung mendapat penanganan.
“Warga kemarin swadaya mengganti lampu. Habis sekitar Rp700 ribu termasuk ongkos tukang,” katanya.
Ia mengungkapkan sedikitnya delapan tutup drainase berbahan besi dilaporkan hilang. Meski laporan sudah disampaikan kepada pihak terkait, hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan warga.
“Sudah dilaporkan semua, tapi belum ada tanggapan,” ujarnya.
Anggota DPRD Rembang dari Daerah Pemilihan Lasem-Pancur, Puji Santoso, menilai kerusakan yang terjadi menunjukkan minimnya pemeliharaan pasca pembangunan Kota Pusaka Lasem.
Menurutnya, setiap aset yang telah diserahkan pemerintah pusat kepada daerah seharusnya dirawat secara berkala agar tetap berfungsi dengan baik.
“Kita belum pernah melihat pekerjaan pemeliharaan Kota Pusaka pasca dibangun atau setelah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Rembang. Padahal bangunan seperti ini harus dipelihara secara kontinu dan periodik,” katanya.
Puji menjelaskan, kerusakan lampu penerangan, tiang yang roboh, hingga tutup drainase yang patah atau hilang seharusnya segera diperbaiki agar tidak membahayakan masyarakat.
Ia juga menyoroti perlunya kejelasan pengelolaan aset Kota Pusaka Lasem jika memang masih terdapat persoalan administrasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kalau memang belum jelas statusnya, pemerintah daerah harus aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Tapi setahu kami aset itu sudah menjadi milik pemerintah kabupaten setelah pembangunan selesai,” ujarnya.
Puji menyebut pengelolaan kawasan Kota Pusaka Lasem melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM untuk area pasar, hingga Dinas Perhubungan terkait penerangan jalan.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas yang ada di kawasan tersebut.
“Kami meminta segera dilakukan evaluasi terkait bangunan dan fasilitas apa saja yang saat ini rusak, sehingga bisa segera diperbaiki dan tidak membahayakan masyarakat maupun mengurangi nilai kawasan Kota Pusaka Lasem,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











