• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Kota Pusaka Lasem Rembang Minim Pemeliharaan, Lampu Jalan Mati hingga Drainase Rusak

ulfa puspa by ulfa puspa
22 Mei 2026
in Rembang, Highlight, News
70 3
POTRET: Tutup drainase di kawasan Kota Pusaka Lasem hilang dan diganti tutup dari bambu. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

POTRET: Tutup drainase di kawasan Kota Pusaka Lasem hilang dan diganti tutup dari bambu. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

564
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

REMBANG, Harianmuria.com – Kondisi kawasan Kota Pusaka Lasem, Kabupaten Rembang, yang selama ini menjadi salah satu ikon sejarah dan budaya di Jawa Tengah, mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Sejumlah fasilitas umum di Kota Pusaka Lasem dilaporkan rusak, hilang, hingga tidak terawat, sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengurangi wajah kawasan yang pernah mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem, Kiai Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem atau Gus Zaim, menyayangkan kondisi Kota Pusaka Lasem yang kini tak terawat.

“Memang kita sayangkan sekali. Banyak sekali fasilitas dari Kota Pusaka Lasem yang dulu sangat diperhatikan pemerintah pusat. Tapi sekarang banyak fasilitas yang hilang atau rusak,” ujarnya pada Jumat, 22 Mei 2026.

Gus Zaim mencontohkan sejumlah tiang lampu penerangan yang tumbang serta tutup drainase berbahan besi yang hilang di beberapa titik. Dari pengamatannya, kerusakan tersebut diduga tidak terjadi secara alami.

“Saya lihat modenya seperti dirusak dulu, kemudian baru diambil. Tutup besi drainase itu banyak yang hilang,” katanya.

Selain itu, Banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga membuat sejumlah ruas Kota Pusaka Lasem gelap pada malam hari.

“Kalau malam hari banyak yang gelap sama sekali karena lampu-lampunya mati. Ini mestinya menjadi perhatian pemerintah sesuai kewenangannya,” lanjutnya.

Menurutnya, persoalan di Kawasan Kota Pusaka Lasem tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum juga dibutuhkan.

“Kita semua punya kepentingan. Masyarakat juga harus memiliki kewajiban moral untuk ikut menjaga fasilitas umum yang ada,” tegasnya.

Hilangnya tutup drainase ternyata juga menyebabkan kecelakaan. Gus Zaim mengungkapkan, kerusakan tersebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

“Satpam pesantren melaporkan sudah ada dua kejadian. Setelah saya konfirmasi ke beberapa kawan, total ada sekitar enam orang yang mengalami kecelakaan karena sepeda motornya masuk ke lubang drainase,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani agar tidak menimbulkan korban lebih banyak.

Keluhan serupa disampaikan warga sekitar, Kristianto. Ia mengatakan warga terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk memperbaiki penerangan yang rusak karena tidak kunjung mendapat penanganan.

“Warga kemarin swadaya mengganti lampu. Habis sekitar Rp700 ribu termasuk ongkos tukang,” katanya.

Ia mengungkapkan sedikitnya delapan tutup drainase berbahan besi dilaporkan hilang. Meski laporan sudah disampaikan kepada pihak terkait, hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan warga.

“Sudah dilaporkan semua, tapi belum ada tanggapan,” ujarnya.

Anggota DPRD Rembang dari Daerah Pemilihan Lasem-Pancur, Puji Santoso, menilai kerusakan yang terjadi menunjukkan minimnya pemeliharaan pasca pembangunan Kota Pusaka Lasem.

Menurutnya, setiap aset yang telah diserahkan pemerintah pusat kepada daerah seharusnya dirawat secara berkala agar tetap berfungsi dengan baik.

“Kita belum pernah melihat pekerjaan pemeliharaan Kota Pusaka pasca dibangun atau setelah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Rembang. Padahal bangunan seperti ini harus dipelihara secara kontinu dan periodik,” katanya.

Puji menjelaskan, kerusakan lampu penerangan, tiang yang roboh, hingga tutup drainase yang patah atau hilang seharusnya segera diperbaiki agar tidak membahayakan masyarakat.

Ia juga menyoroti perlunya kejelasan pengelolaan aset Kota Pusaka Lasem jika memang masih terdapat persoalan administrasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kalau memang belum jelas statusnya, pemerintah daerah harus aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Tapi setahu kami aset itu sudah menjadi milik pemerintah kabupaten setelah pembangunan selesai,” ujarnya.

Puji menyebut pengelolaan kawasan Kota Pusaka Lasem melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM untuk area pasar, hingga Dinas Perhubungan terkait penerangan jalan.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas yang ada di kawasan tersebut.

“Kami meminta segera dilakukan evaluasi terkait bangunan dan fasilitas apa saja yang saat ini rusak, sehingga bisa segera diperbaiki dan tidak membahayakan masyarakat maupun mengurangi nilai kawasan Kota Pusaka Lasem,” pungkasnya.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Rembangkabupaten rembangKota Pusaka LasemrembangWisata ReligiWisata Rembang
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Joni Kurnianto Sebut Kontraktor Perbaikan Jalan di Pati Kini Pakai Sistem Lelang

Next Post

Jadi Prototipe Nasional, Pemkab Kudus Fasilitasi Legalitas Lahan Kampung Moderasi Beragama

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
522

REMBANG, Harianmuria.com – Bupati Rembang, Harno, mengajak masyarakat membiasakan diri menabung sekaligus berani mengembangkan usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, budaya menabung dan pemanfaatan akses permodalan secara...

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
539

REMBANG, Harianmuria.com – Mayat perempuan ditemukan di bibir Embung Sambongan wilayah Desa Jatimudo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Korban diketahui dilaporkan meninggalkan rumah pada...

Hari Terakhir Pendaftaran, Peserta Pelatihan Kerja Gratis di Rembang Berpeluang Langsung Direkrut Perusahaan

Hari Terakhir Pendaftaran, Peserta Pelatihan Kerja Gratis di Rembang Berpeluang Langsung Direkrut Perusahaan

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
533

REMBANG, Harianmuria.com – Pendaftaran pelatihan kerja gratis bagi warga Kabupaten Rembang hanya sisa hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026. Sementara jadwal pelatihan dimulai pada 28 Oktober 2026. Balai...

TMMD di Ngajaran Rembang Bakal Bangun Jalan Penghubung ke Bogorejo Blora

TMMD di Ngajaran Rembang Bakal Bangun Jalan Penghubung ke Bogorejo Blora

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
525

REMBANG, Harianmuria.com – Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026. Program TMMD di Ngajaran mendapat anggaran...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
524
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi Bed Rotting. (Freepik/Harianmuria.com)

Mengenal Bed Rotting, Aktivitas Pasif di Tempat Tidur Sebagai Perawatan Diri

6 Agustus 2023
710
Pelajari pentingnya etika komunikasi dan literasi digital dalam melawan hoaks dan manipulasi informasi di era digital.

Dari Hoaks ke Literasi: Mengajarkan Etika Komunikasi di Era Manipulasi Digital

3 Oktober 2025
741

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya