Rembang, Harianmuria.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang mencatat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah secara umum berjalan lancar. Hingga hari kedua pelaksanaan kurban, petugas masih terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan di sejumlah lokasi penyembelihan.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan pihaknya turut mengikuti kegiatan penyembelihan sapi bantuan kemasyarakatan Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Kumendung, Kecamatan Rembang, Kamis, 28 Mei 2026. Ia menyebut seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
“Ini hari kedua kita bisa mengikuti kegiatan Bapak Bupati melaksanakan kurban sapi bantuan kemasyarakatan Presiden RI di Desa Kumendung. Secara umum berjalan lancar,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Dintanpan, jumlah hewan kurban di Kabupaten Rembang tahun ini mencapai sekitar 470 ekor sapi dan 2.700 ekor kambing serta domba. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah sapi mengalami penurunan, sementara kambing dan domba justru meningkat.
“Catatan kami kemarin sudah masuk untuk sapi kurang lebih 470, untuk kambing domba sekitar 2.700-an. Dibanding angka sebelumnya, untuk sapi memang ada penurunan, tetapi untuk kambing domba ada peningkatan,” katanya.
Meski demikian, pendataan masih terus dilakukan karena sejumlah penyembelihan masih berlangsung hingga besok.
Dintanpan juga menerjunkan tim kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di berbagai lokasi kurban.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan beberapa kasus organ hewan kurban yang tidak layak konsumsi. Temuan itu antara lain cacing hati dan bercak pada paru-paru hewan kurban di wilayah Sale dan Rembang Kota.
“Beberapa kemarin di Sale dan di Rembang Kota ditemukan ada cacing hati sama ada bercak di paru. Atas kondisi itu tim kami meminta kepada panitia untuk disisihkan, dibuang, untuk tidak didistribusikan ke masyarakat,” tegas.
Ia memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan guna menjamin daging yang dibagikan kepada masyarakat aman untuk dikonsumsi.
Jurnalis: Vicky Rio











