PATI, Harianmuria.com – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, turut menyoroti dugaan pemotongan bantuan stimulan puso dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) kepada petani terdampak banjir tahun 2023.
Muslihan menilai bantuan puso yang baru disalurkan pada tahun 2026 terkesan semrawut karena tidak ada verifikasi lapangan.
“Semakin kesini semakin semrawut, kenapa saya katakan (demikian). Terkait mekanisme ada sesuatu yang hilang, verifikasi lapangan tidak ada,” ujarnya dalam audiensi pada Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut laporan dari para petani, masih banyak petani terdampak yang tidak terdata sebagai penerima bantuan. Di sisi lain, muncul kelompok tani baru yang menerima bantuan.
Dugaan Penyelewengan Bantuan Puso, Petani di Kayen Pati Wadul DPRD
Dari laporan tersebut, Muslihan pun menyoroti pengawasan dari BPBD yang seharusnya memastikan penyaluran harus tepat sasaran.
“Kenyataannya sampai pengambilan pembagian tidak ada monitoring sehingga kami curiga. Mekanisme penyaluran ini seperti apa, padahal itu wajib. Sehingga BPBD itu harus mengawal,” ucapnya.
Oleh karena itu, telah disepakati agar masalah ini dibahas di kecamatan bersama pemangku kepentingan terkait.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











