PATI, Harianmuria.com – Ketua Komisi C DPRD kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengkritisi penataan pedagang kaki lima (PKL) sekaligus menjadi bahan kajian disertasi gelar doktornya.
Joni mencontohkan penataan pedagang seperti PKL di Alun-Alun Kembangjoyo merupakan pekerjaan rumah pemerintah untuk dicarikan solusinya. Pasalnya anggaran yang digelontorkan untuk pembenahan tak membuahkan hasil baik.
“Alun Alun Kembangjoyo yang dulunya 360 pedagang sekarang tinggal 20 pedagang padahal pembiayaan Alun-Alun Kembangjoyo itu Rp10 miliar lebih,” ucapnya, Kamis, 16 April 2026.
Legislator fraksi Demokrat ini juga menilai kurangnya kerja sama antardinas dalam menuntaskan masalah tersebut.
Melalui disertasi yang ia garap, Joni ingin penataan Kembangjoyo bisa seperti PKL di kota-kota besar seperti Solo dan Yogyakarta dimana mereka turut menyumbang retribusi.
“Cita cita saya memang membantu teman-teman PKL dilapangan karena sejak menjadi anggota dewan 2009 saya mem-backup teman PKL di Simpang Lima, mungkin di TPK maupun di Alun-Alun Kembangjoyo,” tutupnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











