PATI, Harianmuria.com – Petani bawang merah di Kabupaten Pati terpaksa panen lebih awal seiring lahan pertanian terendam banjir dengan ketinggian hampir satu meter.
Salah satu petani bawang merah di Desa Ngurenrejo, Warsito, mengungkapkan bahwa lahannya kebanjiran sejak hujan pertama pada Jumat, 9 Januari 2026. Sayangnya, karena tidak ada tanda-tanda air surut, dirinya bersama petani yang lain memutuskan panen lebih awal guna menghindari kerugian lebih besar.
Menurutnya petani hanya bisa pasrah jika hasil panenannya dibeli pengepul dengan harga berapapun. Pasalnya kualitas bawang merah pun menurun akibat terendam banjir.
“Kalau dua atau tiga hari pasti busuk, kemarin kami panen baru satu malam. Harganya kalau normal, (bawang merah) besar itu Rp28 ribu. Kalau dipanen seperti ini ya penurunan terserah nanti harga pasar. Yang rugi kan petani,” kata Warsito.
Sampai hari ini, Rabu, 14 Januari 2026 lahan bawang merah di desanya masih terendam banjir, sehingga belum bisa ditanami.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Ratri Wijayanto, mengungkapkan bahwa areal yang paling terdampak ada di Desa Ngurenrejo dan Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa.
“Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan membuat 58 hektare tanaman bawang merah terendam,” ungkap Ratri pada Rabu, 14 Januari 2026.
Dispertan akan melakukan pendataan lahan pertanian yang mengalami puso untuk dikirim ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ratri berharap nanti ada bantuan untuk lahan pertanian yang mengalami puso.
“Nanti terkait puso biar disampaikan BPBD. Mekanismenya ada disana, secara pribadi kami Dispertan berharap ada,” sambungnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa











