KENDAL, Harianmuria.com – Seorang warga Desa Sukodono, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, berinisial SF (49), viral setelah nekat mengadu langsung kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, guna meminta bantuan biaya pendidikan anaknya yang akan masuk SMA.
Mendapat laporan itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kendal bergerak cepat untuk menjemput dan memulangkan SF ke Kendal. Kepala Dinsos Kendal, Muntoha, menjelaskan bahwa SF sebelumnya menjalani usaha peternakan lele yang kini mengalami kebangkrutan.
Karena kondisi finansial yang tidak menentu, dan saat anaknya akan melanjutkan ke sekolah, SF pun memutuskan untuk pergi ke Jawa Barat untuk berharap mendapat bantuan dari Gubernur KDM.
“Usahanya bangkrut, ekonomi tidak menentu. Karena anaknya mau masuk SMA, ia nekat ke Jawa Barat untuk meminta bantuan kepada KDM,” kata Muntoha, Senin, 21 Juli 2025.
Pihak KDM Hubungi Dinsos Kendal
Setelah mendapatkan bantuan dari KDM, SF kembali meminta agar dipulangkan ke Kendal. Pihak KDM kemudian menghubungi Dinsos Kendal, yang awalnya terkejut menerima kabar ada warga dari Kendal di sana. Karena saat yang sama ada warga Bandung Barat telantar di Kendal, diadakan pengaturan penjemputan silang untuk kedua orang tersebut.
“Langsung kami jemput, lalu kami serahkan ke keluarga melalui kelurahan setempat,” imbuh Muntoha.
Pihak Dinsos menduga SF mengalami kondisi tekanan mental sehingga membuatnya membuat keputusan setengah nekat seperti itu. Muntoha berharap keluarga dapat memberikan pendampingan dan pengawasan lebih baik.
“SF diduga mengalami tekanan mental. Kami meminta keluarga agar lebih memperhatikan dan memastikan kondisi psikologisnya stabil,” ungkapnya.
Dinsos juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mengikuti tren viral dan bijak dalam menyampaikan keluhan atau meminta bantuan, agar tidak mempengaruhi psikologis warga.
“Kang Dedi dikenal efektif membantu, tapi ini bukan cara yang tepat. Semoga kejadian ini tidak terulang,” tandas Muntoha.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











