BLORA, Harianmuria.com – Kakak beradik warga Belanda, Edward Geus dan Esther Geus, tengah berada di Blora sejak 28 Agustus 2025 dengan misi khusus: menelusuri jejak leluhur mereka yang diyakini berasal dari Blora.
Menurut informasi dari orang tua mereka, nenek buyut mereka berasal dari daerah yang dulu dikenal sebagai Kampung Petak Kunden, dan sempat bekerja di Perhutani Jati Blora.
Leluhur mereka, Mbah Karsi, menikah dengan pria Belanda bernama John Evers, dan melahirkan Marry Everest, yang kemudian menetap di Belanda setelah menikah dengan pria Belanda lainnya.
“Meskipun lahir di Surabaya, saya dibawa ke Belanda saat masih berumur tiga tahun,” ungkap Edward.
“Orang tua kami tidak pernah banyak bercerita tentang Blora. Jadi, kami datang ke sini dengan harapan menemukan petunjuk dan mungkin bertemu keluarga yang masih ada,” sambungnya.
Petunjuk dan Harapan di Tanah Leluhur
Di Blora, Edward dan Esther fokus menelusuri sejarah Kampung Petak Kunden pada era pra-kemerdekaan. Nama-nama seperti Mbah Karsi dan ayahnya, Karso, menjadi petunjuk utama mereka. Mereka juga mencari jejak pekerjaan leluhur mereka di Perhutani, yang berkaitan dengan sejarah panjang industri kehutanan di Blora.
Selain itu, kakak beradik ini tertarik mendalami sejarah perkebunan tembakau yang menjadi salah satu komoditas penting di Blora pada masa lalu. Hal ini bisa jadi memiliki kaitan dengan pekerjaan John Evers yang menikah dengan Mbah Karsi.
Mencari Akar Keluarga yang Hilang
Edward dan Esther dijadwalkan berada di Blora hingga 8 September 2025, berharap mendapatkan bantuan dari warga atau sejarawan lokal dalam pencarian mereka. Misi mereka bukan hanya soal mencari nama dan silsilah, tapi juga untuk mengobati kerinduan dan mempererat ikatan keluarga yang terputus selama beberapa generasi.
“Kami sangat senang berada di Blora. Orang-orang di sini ramah sekali. Kami berharap bisa menemukan apa yang kami cari, dan lebih dari itu, bisa merasakan kembali akar kami,” tutup Esther.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki











