BLORA, Harianmuria.com – Rencana pendirian kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora mendapat dukungan dari delapan perguruan tinggi lokal. Namun, ada sejumlah catatan penting yang menjadi pertimbangan agar kehadiran UNY tidak mengganggu program studi (prodi) yang sudah berjalan di kampus-kampus swasta setempat.
Pertemuan antara perwakilan perguruan tinggi Blora dan Rektor UNY digelar di Pendapa Kabupaten Blora, Selasa, 22 Juli 2025. Meski belum ada penandatanganan perjanjian resmi, seluruh kampus lokal menyatakan persetujuan prinsip terhadap pendirian UNY di Blora.
Wakil Ketua I STAIM Blora, Widodo, menyampaikan bahwa dukungan diberikan selama UNY berkomitmen untuk tidak membuka prodi yang tumpang tindih dengan yang telah ada di Blora.
“Catatan-catatan itu untuk kemajuan Blora, agar tidak mematikan perguruan tinggi swasta yang sudah eksis,” ujarnya.
UNY Fokus Buka Prodi Olahraga
Menurut Widodo, beberapa poin penting yang disampaikan meliputi terciptanya suasana akademik yang kondusif, kolaborasi sumber daya manusia, serta sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora.
“Jika prodi yang dibuka fokus pada olahraga, maka tidak akan bersinggungan karena di Blora belum ada prodi olahraga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora, Mahbub Junaidi, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan antara UNY, perguruan tinggi lokal, dan Pemkab Blora.
“UNY juga membuka peluang kolaborasi dosen dengan kampus-kampus lokal jika nanti dibutuhkan. Ini menjadi potensi besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di Blora,” ujarnya.
Baca juga: Pembangunan Kampus UNY di Blora Tetap Lanjut, Nilai Investasi Capai Rp100 Miliar
Mahbub menyebutkan, UNY akan memulai operasional dengan program studi olahraga pada jenjang sarjana. Untuk program pascasarjana, UNY akan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan tetap berkoordinasi dengan perguruan tinggi yang ada di Blora.
“Sementara ini fokus S1 olahraga, dan untuk S2 akan dikomunikasikan lebih lanjut agar tidak berbenturan,” jelas Mahbub.
Selain itu, Mahbub juga menegaskan bahwa program beasiswa untuk putra-putri Blora tetap berjalan di semua perguruan tinggi lokal, melalui skema Satu Desa Dua Sarjana yang menyasar masyarakat kurang mampu.
“Saat ini lebih dari 500 mahasiswa Blora sudah menerima beasiswa, baik di dalam maupun luar kota,” tutupnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











