BLORA, Harianmuria.com – Kabupaten Blora resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pameran Produk Inovasi (PPI) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Namun, lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut mengalami perubahan, dari yang semula direncanakan di Kecamatan Cepu kini dipindahkan ke Lapangan Kridosono, Blora Kota.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora, Mahbub Junaidi, menyampaikan bahwa pemindahan lokasi ini merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah.
“Awalnya memang diwacanakan di Cepu, tepatnya di Taman Tuk Buntung. Namun setelah dilakukan survei oleh BRIDA, diputuskan lokasi terbaik ada di Blora Kota, yaitu di Lapangan Kridosono,” ungkap Mahbub, Selasa, 22 Juli 2025.
Alasan Pemindahan Lokasi ke Kridosono
Menurut Mahbub, pemilihan Lapangan Kridosono didasarkan pada pertimbangan strategis, seperti luas area, aksesibilitas lokasi, serta kemudahan keluar-masuk pengunjung. Meskipun tempat berubah, jadwal pelaksanaan tetap sesuai rencana, yakni pada 26–28 September 2025.
“Hanya lokasi saja yang berubah. Jadwal dan mekanisme tetap sama,” jelasnya.
Skema Pendanaan dan Dukungan Pemprov
Pelaksanaan PPI 2025 akan menggunakan sistem pembiayaan sharing anggaran, di mana BRIDA Provinsi Jawa Tengah akan menyediakan panggung utama, sistem tata suara (sound system), lighting, hingga fasilitas tamu undangan dan acara seremonial pembukaan serta penutupan.
Stan pameran untuk 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah akan disediakan oleh event organizer yang ditunjuk oleh BRIDA. Sementara itu, Pemkab Blora juga mengalokasikan anggaran untuk stan perangkat daerah, serta hasil kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova).
“Kami sudah menyurati seluruh OPD untuk menyiapkan produk inovasi yang akan dipamerkan. Satu kabupaten, satu stan. Nanti akan kita seleksi mana yang paling representatif,” ujar Mahbub.
Ajang Promosi Inovasi Daerah
Penunjukan Blora sebagai tuan rumah PPI 2025 tertuang dalam Surat Sekda Provinsi Jawa Tengah Nomor 072.2/0001665. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang strategis untuk memamerkan inovasi lokal, memperkuat ekosistem riset dan teknologi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui hasil karya masyarakat.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











