• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tersisa 250 Tukang Becak di Pekalongan, Pemkot Siapkan Bantuan dan Inovasi

Basuki by Basuki
18 Juni 2025
in News, Pekalongan
68 2
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid berdialog langsung dengan para tukang becak di Kantor Dishub Kota Pekalongan, Selasa, 17 Juni 2025. (Fahri Akbar/Harianmuria.com)

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid berdialog langsung dengan para tukang becak di Kantor Dishub Kota Pekalongan, Selasa, 17 Juni 2025. (Fahri Akbar/Harianmuria.com)

535
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PEKALONGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan hidup para tukang becak yang kini kian terpinggirkan di tengah maraknya moda transportasi modern.

Dalam pertemuan di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan pada Selasa, 17 Juni 2025, Wali Kota Afzan Arslan Djunaid berdialog langsung dengan para pengayuh becak untuk mendengar aspirasi dan mencari solusi konkret.

“Becak adalah bagian dari identitas Kota Pekalongan. Kami ingin mereka tetap hidup dan eksis sebagai moda transportasi tradisional yang punya nilai budaya,” kata Wali Kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Data dari Dishub Kota Pekalongan menunjukkan jumlah tukang becak aktif kini hanya tersisa sekitar 250 orang, dari semula sekitar 850 orang. Penurunan drastis ini disebabkan oleh minimnya penumpang serta persaingan dengan transportasi daring seperti ojek online dan taksi digital.

“Banyak tukang becak sekarang hanya dapat satu atau dua penumpang dalam sehari. Ini tentu jadi perhatian serius,” ujar Aaf.

Sebagai salah satu solusi, Pemkot tengah mengkaji kemungkinan memodifikasi becak menjadi kendaraan yang lebih ringan, seperti becak motor (bentor) atau becak listrik. Kajian akan mencakup aspek regulasi dan manfaat langsung bagi pengayuh.

“Apakah memungkinkan ke depan ada bentor atau becak listrik? Akan kami kaji dulu. Yang penting, kami mendengar aspirasi mereka,” kata Aaf.

Selain modifikasi becak, Pemkot juga mempertimbangkan pemanfaatan becak sebagai moda transportasi wisata religi, khususnya di kawasan Makam Sapuro. Namun, wacana ini masih menunggu kesiapan lahan parkir bus peziarah yang representatif.

“Kalau lahan parkir sudah siap, becak bisa jadi shuttle antar peziarah. Ini bisa jadi daya tarik wisata,” jelasnya.

Dalam dialog tersebut, para tukang becak juga mengusulkan beberapa kebutuhan dasar, seperti perbaikan atap dan jok becak, pangkalan yang lebih layak, serta modifikasi desain becak agar lebih ergonomis. Pada 2019, Dishub sempat memfasilitasi pengecatan becak dengan motif batik dan penggantian jok sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Kepala Dishub Kota Pekalongan, M Restu Hidayat, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya akan kembali melakukan pendataan menyeluruh untuk menyusun program bantuan yang lebih tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan becak tetap eksis sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan dan bagian dari wajah kota,” ungkap Restu.

Mas Aaf menegaskan, pelestarian becak tidak hanya soal transportasi, tapi juga bagian dari pelestarian budaya lokal, pemberdayaan masyarakat kecil, dan upaya agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan kota.

“Ini bukan semata urusan becak, tapi tentang keberpihakan dan menjaga nilai-nilai lokal yang menjadi jati diri Pekalongan,” tutupnya.

(FAHRI AKBAR – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Afzan Arslan Djunaidbecak listrikbentorBerita PekalonganInfo Pekalonganpelestarian becakPemkot Pekalongantransportasi tradisionaltransportasi wisatatukang becak PekalonganWali Kota Pekalongan
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

872 Ribu Kendaraan Manfaatkan Pemutihan Pajak di Jateng, Rp735 Miliar Piutang Terbayar

Next Post

Targetkan Bandara Ngloram untuk Umrah dan Haji, Pemkab Blora Ajukan ke Bappenas

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Sebanyak 22 dapur SPPG di Kota Pekalongan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai standar Badan Gizi Nasional untuk menjamin keamanan pangan.

Penuhi Standar BGN, 22 Dapur SPPG Kota Pekalongan Kantongi SLHS

by Basuki
8 Januari 2026
561

Sebanyak 22 dapur SPPG di Kota Pekalongan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai standar BGN untuk menjamin keamanan pangan.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid meninjau penanganan tanggul jebol di Pabean, pastikan pengungsi mulai ditangani.

Wali Kota Pekalongan Pastikan Penanganan Tanggul Jebol Berjalan, Pengungsi Mulai Ditangani

by Basuki
8 Januari 2026
538

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid meninjau penanganan tanggul jebol di Pabean. Pemkot bergerak cepat bersama warga, pengungsi mulai ditangani.

Tanggul Kali Bremi di Pabean Pekalongan jebol sepanjang 35 meter, menyebabkan ratusan rumah terendam banjir dan 300 KK terdampak.

Tanggul Kali Bremi Jebol 35 Meter, Ratusan Rumah di Pabean Pekalongan Terendam Banjir

by Basuki
7 Januari 2026
569

Tanggul Kali Bremi di Pabean Pekalongan jebol sepanjang 35 meter, menyebabkan ratusan rumah terendam banjir dan 300 KK terdampak.

Stok darah golongan A dan AB di PMI Kota Pekalongan menipis di awal 2026, warga diajak segera donor darah demi menjaga ketersediaan transfusi.

Stok Darah A dan AB Menipis di Awal 2026, PMI Kota Pekalongan Ajak Warga Segera Donor

by Basuki
6 Januari 2026
588

Stok darah golongan A dan AB di PMI Kota Pekalongan menipis di awal 2026. PMI mengajak warga segera donor darah demi menjaga ketersediaan transfusi.

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
694
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    125 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 7 PNS Pemprov Jateng Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Alasannya

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga aktif menekan kasus DBD lewat Program Cendana Emas dengan Grebeg Jentik dan edukasi 3M Plus.

Cendana Emas: Strategi Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga Tekan Kasus DBD

26 Juli 2025
545
Buah Nanas. (Freepik/Harianmuria.com)

Baik untuk Tubuh, Kenali 7 Manfaat Hebat Buah Nanas

11 Juni 2023
596

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya