REMBANG, Harianmuria.com – Situs Perahu Kuno Punjulharjo di Kecamatan Rembang menjadi salah satu bukti penting kejayaan maritim Nusantara. Berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat kota, situs ini menyimpan perahu berusia lebih dari 1.300 tahun, yang kondisinya masih utuh meski mengalami pengeroposan alami.
Museum Mini Koleksi Artefak Kuno
Perahu bersejarah tersebut disimpan dalam bangunan semi terbuka dengan atap pelindung dan pagar. Pengunjung juga dapat melihat museum mini yang menampilkan replika perahu serta berbagai temuan arkeologis dari kawasan Punjulharjo, termasuk tulang hewan bovidae, gerabah, dan serpihan keramik yang diduga berasal dari Dinasti Tang dan Qing.
Salah satu daya tarik kawasan ini adalah embung buatan yang mengelilingi bangunan perahu. Pengunjung bisa menikmati suasana dengan menyewa kano. Selain itu, tersedia lapangan luas untuk kegiatan kemah dan pentas seni, taman edukasi, musala, serta fasilitas kamar mandi yang memadai.
Bukti Penting Kejayaan Maritim
Berdasarkan penelitian, perahu ini diperkirakan dibuat pada abad ke-7 Masehi, masa berkembangnya Kerajaan Mataram Kuno di Jawa dan Sriwijaya di Sumatra. Berukuran 15 meter panjang dan 5 meter lebar, perahu ini dibuat dari kayu ulin menggunakan teknik sambungan papan dan kupingan pengikat – teknologi perkapalan yang maju pada zamannya.
Diduga kuat, perahu ini digunakan sebagai moda transportasi perdagangan jalur laut, mengingat pada masa itu aktivitas niaga antarwilayah sangat intens.
Dilindungi sebagai Cagar Budaya
Juru Pelihara Situs, M. Iksan, menjelaskan bahwa perahu kuno Punjulharjo telah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pengelolaan kawasan berada di bawah Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar).
“Sejak 2020 pengembangan dan pengelolaan diakomodir oleh pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Setiap bulan, situs ini dikunjungi 600–800 wisatawan, dan saat musim liburan jumlahnya dapat menembus lebih dari seribu pengunjung. Selain wisata edukasi, kawasan ini sering digunakan untuk kegiatan pelajar seperti Persami dan pelantikan pramuka.
Iksan menegaskan bahwa situs ini memiliki nilai penting dalam sejarah pelayaran Nusantara.
“Nilai-nilai keunikan di situs Perahu Kuno Punjulharjo menunjukkan perkembangan pada masa Mataram Kuno dan Sriwijaya. Namun sampai saat ini peneliti belum bisa memastikan ini milik kerajaan yang mana,” jelasnya.
Dengan kekayaan sejarah dan fasilitas penunjang yang terus dikembangkan, Situs Perahu Kuno Punjulharjo menjadi destinasi wisata edukasi yang layak dikunjungi, sekaligus pengingat kejayaan pelayaran Nusantara pada masa lampau.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










