GROBOGAN, Harianmuria.com – Kebakaran hebat melanda rumah milik lansia di Dusun Kaligawe, Desa Tirem, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, pada Senin pagi, 28 Juli 2025. Rumah milik Warsini Rubi (80) hangus terbakar setelah ditinggal memasak air menggunakan tungku kayu.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.
Api Berasal dari Dapur
Kapolsek Brati, AKP I Ketut Sudiartha, menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat berasal dari dapur. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh tungku kayu yang ditinggalkan dalam kondisi menyala.
“Korban sedang merebus air dan keluar ke depan rumah. Saat kembali, api sudah membesar dan membakar perabotan di dapur, lalu merembet ke seluruh bangunan,” jelasnya.
Saat petugas Damakr tiba di lokasi, rumah sudah dalam kondisi hampir ludes. Warga sempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun tidak berhasil karena kobaran api terlalu besar. Dua unit mobil damkar dari Purwodadi akhirnya berhasil memadamkan api sebelum merembet ke bangunan lain.
Kesaksian Keluarga dan Tetangga
Putri korban, Setiawati (30), yang tinggal tidak jauh dari rumah tersebut, menceritakan bahwa ibunya tiba-tiba berteriak minta tolong karena dapur terbakar.
“Saya langsung masuk, tapi api sudah membesar. Kami hanya bisa menyiram dengan ember, tapi tidak mempan,” katanya dengan suara terbata.
Sementara itu, tetangga korban, Sunarto, turut membantu memadamkan api dan melaporkan kejadian ke pihak dusun dan polisi.
“Saya langsung ke Pak Dukuh untuk minta bantuan, supaya cepat dihubungi pemadam dan polisi,” ujar Sunarto.
Kerusakan dan Imbauan
Dari hasil pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Brati, rumah berbentuk limasan berukuran 15 x 8 meter ini mayoritas terbuat dari kayu jati. Hampir seluruh bagian bangunan dan isinya hangus terbakar, termasuk 1 mesin cuci, 1 almari, meja, dan seluruh peralatan dapur.
“Kami sudah mengamankan barang bukti berupa kayu bekas tungku yang terbakar. Kerugian diperkirakan Rp15 juta,” ujar AKP Ketut.
Kapolsek juga mengimbau warga agar lebih berhati-hati, terutama yang masih menggunakan tungku kayu untuk memasak. “Jangan pernah meninggalkan api tanpa pengawasan, apalagi jika rumah terbuat dari material mudah terbakar,” tegasnya.
Kepala Dusun Kaligawe, Martono, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut. Ia menyebut akan mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
“Kami akan lakukan sosialisasi tentang bahaya kebakaran, terutama bagi warga yang masih menggunakan peralatan tradisional seperti tungku kayu,” tuturnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki











