• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

PMK Mewabah, Harga Sapi di Pati Turun Drastis

Ika Tamara by Ika Tamara
7 Januari 2025
in News, Pati, Viral
73 1
PMK di Pati Merebak

Sejumlah sapi dijual di Pasar Wage, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (7/1/2025).

566
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Harga sapi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami penurunan drastis di tengah mewabahnya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati per tanggal 7 Desember 2025, jumlah sapi yang terkena PMK sebanyak 889 ekor. Dari jumlah tersebut, 562 ekor di antaranya masih sakit, 25 ekor sembuh, 194 ekor dilakukan pemotongan paksa, dan 108 ekor mati.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kabupaten Pati Andi Hirawadi menyampaikan bahwa merebaknya kasus PMK berpengaruh terhadap harga sapi saat ini.

“Harga bobot hidup ya sekitar Rp 42 juta – Rp 45 juta, bobot hidup. Sekarang itu ono seng biasane (ada yang bisanya) laku Rp 20 juta, laku hanya Rp 15 juta. Banyak (penurunannya, red),” ucap Andi di Pati, Selasa (7/1/2025).

Andi Hirawadi juga menyampaikan bahwa saat ini peternak memang dilarang membeli sapi lagi untuk dipelihara. Upaya itu dilakukan agar sapi yang ada di kandang tidak terkontaminasi virus PMK. Mengingat sapi yang baru dibeli dapat membawa virus PMK.

“Kita sudah membuat surat edaran kepada camat yang berisi tentang larangan mendatangkan ternak baru karena takutnya membawa penyakit. Memberikan informasi kepada perangkat/kepala desa,” tuturnya.

Selain memberikan surat edaran kepada camat, pihaknya juga telah memberikan edukasi kepada Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) terkait upaya penanggulangan PMK supaya disampaikan ke masyarakat.

“Kemarin 80 orang dari beberapa Polsek, kita beri edukasi kepada mereka biar disampaikan kepada masyarakat. Yang intinya menjaga kebersihan kandang, jangan mendatangkan ternak baru, terus kalau sakit lapor ke petugas,” sebutnya.

Sementara itu, Yayo (42) salah satu penjual sapi yang ada di Pasar Wage, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati mengatakan bahwa harga sapi berukuran besar saat ini berkisar antara Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per ekornya. Baik itu jenis sapi lokal, limosin, ataupun simental.

“Jenis pegon, metal, limosin, bobot besar harga sampai Rp 25 juta sampai Rp 30 juta disesuaikan bobot. Semua sama. Limosin juga, sama kalau yang besar,” ucapnya saat ditemui di Pati, Selasa (7/1/2025).

Harga tersebut, kata dia, berbeda dengan sapi berukuran besar yang sudah terkena PMK. Beberapa hari yang lalu, dirinya bahkan membeli sapi berukuran besar yang sudah terjangkit virus PMK dengan harga hanya berkisar Rp 8 juta – Rp10 juta per ekornya.

“Kadang harga laku Rp 25 juta. Tapi kalau turun hanya laku Rp 10 juta sampai  Rp 8 juta,” jelasnya.

Ia mengaku untuk memenuhi kebutuhan daging konsumsi di pasaran, dirinya hanya membeli sapi sebanyak 1-2 ekor saja. Itupun langsung dipotong pada malam harinya ketika mendapatkan sapi pada siang hari.

“Di rumah tidak berani nyetok, tidak berani saat ini. Soalnya potongannya belum pasti. Tidak ada, sudah saya jual semua. Kalau kena turun banyak. Jadi ketika dapat satu, dua langsung dipotong, tidak risiko,” ujarnya saat ditemui di sela memasarkan hewan ternak di Pasar Wage, Margorejo, Pati, Selasa (7/1).

Menurut Yayo, seluruh peternak sapi di Kabupaten Pati melakukan hal sama seperti yang dilakukannya. Bahkan, di kabupaten tetangga juga tidak ada lagi peternak yang memelihara sapi di kandangnya.

“Musim seperti ini biasanya 3-5 bulan, ini sudah tidak ada barangnya, di kampung habis. Saya kemarin di Blora, Todanan juga tidak ada barang, besar atau kecil. Orang desa ‘kan juga mikir, kalau memelihara dari kecil sampai besar harganya kalau turun hanya sekian,” jelasnya. (SETYO NUGROHO – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info Patijawa tengahpatiPMKTERNAK
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Camat Kradenan Harus Minta Maaf ke Bupati Blora usai Terbukti Langgar Netralitas ASN

Next Post

Penetapan Bupati Terpilih di Jepara Hanya Akan Dihadiri 100 Orang

Ika Tamara

Ika Tamara

Berita Terkait

Dewan Pati Tekankan Koordinasi dan Data Jelas Soal Penyerapan Telur untuk MBG

Dewan Pati Tekankan Koordinasi dan Data Jelas Soal Penyerapan Telur untuk MBG

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
514

PATI, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong adanya koordinasi dan data yang jelas untuk mendukung solusi penyerapan hasil peternakan lokal ke dapur program makan...

HUT RI: DPRD Pati Tekankan Sinergi Bangun Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

HUT RI: DPRD Pati Tekankan Sinergi Bangun Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
519

PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menekankan bahwa peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat pentingnya sinergi seluruh pihak untuk membangun bangsa. “Momentum kemerdekaan menjadi...

Ikut Lomba Agustusan di Winong Pati, Kastomo Serukan Semangat Kebersamaan

Ikut Lomba Agustusan di Winong Pati, Kastomo Serukan Semangat Kebersamaan

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
515

PATI, Harianmuria.com – Warga Desa Kudur, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati memriahkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan menyelenggarakan perlombaan. Anggota DPRD Pati asal Winong, Kastomo, tampak ikut mengikuti...

Upacara HUT ke-81 RI, DPRD Pati Ajak Jaga Semangat Perjuangan

Upacara HUT ke-81 RI, DPRD Pati Ajak Jaga Semangat Perjuangan

by ulfa puspa
17 Agustus 2026
519

PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan bangsa. Pesan itu disampaikan usai upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Alun-Alun Simpang Lima...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
627
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Siapa Peduli Saat Pers Lokal Sekarat?

Siapa Peduli Saat Pers Lokal Sekarat?

9 Juni 2025
589
LELANG: Pengelola makam Syekh Ahmad Mutamakkin saat membentangkan kain kelambu. (Istimewa/Harianmuria.com)

Mengulik Tradisi Lelang Kelambu Makam Waliyullah di Pati

9 September 2022
938

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya