• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

PMK Mewabah, Harga Sapi di Pati Turun Drastis

Ika Tamara by Ika Tamara
7 Januari 2025
in News, Pati, Viral
74 1
PMK di Pati Merebak

Sejumlah sapi dijual di Pasar Wage, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (7/1/2025).

576
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Harga sapi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami penurunan drastis di tengah mewabahnya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati per tanggal 7 Desember 2025, jumlah sapi yang terkena PMK sebanyak 889 ekor. Dari jumlah tersebut, 562 ekor di antaranya masih sakit, 25 ekor sembuh, 194 ekor dilakukan pemotongan paksa, dan 108 ekor mati.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kabupaten Pati Andi Hirawadi menyampaikan bahwa merebaknya kasus PMK berpengaruh terhadap harga sapi saat ini.

“Harga bobot hidup ya sekitar Rp 42 juta – Rp 45 juta, bobot hidup. Sekarang itu ono seng biasane (ada yang bisanya) laku Rp 20 juta, laku hanya Rp 15 juta. Banyak (penurunannya, red),” ucap Andi di Pati, Selasa (7/1/2025).

Andi Hirawadi juga menyampaikan bahwa saat ini peternak memang dilarang membeli sapi lagi untuk dipelihara. Upaya itu dilakukan agar sapi yang ada di kandang tidak terkontaminasi virus PMK. Mengingat sapi yang baru dibeli dapat membawa virus PMK.

“Kita sudah membuat surat edaran kepada camat yang berisi tentang larangan mendatangkan ternak baru karena takutnya membawa penyakit. Memberikan informasi kepada perangkat/kepala desa,” tuturnya.

Selain memberikan surat edaran kepada camat, pihaknya juga telah memberikan edukasi kepada Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) terkait upaya penanggulangan PMK supaya disampaikan ke masyarakat.

“Kemarin 80 orang dari beberapa Polsek, kita beri edukasi kepada mereka biar disampaikan kepada masyarakat. Yang intinya menjaga kebersihan kandang, jangan mendatangkan ternak baru, terus kalau sakit lapor ke petugas,” sebutnya.

Sementara itu, Yayo (42) salah satu penjual sapi yang ada di Pasar Wage, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati mengatakan bahwa harga sapi berukuran besar saat ini berkisar antara Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per ekornya. Baik itu jenis sapi lokal, limosin, ataupun simental.

“Jenis pegon, metal, limosin, bobot besar harga sampai Rp 25 juta sampai Rp 30 juta disesuaikan bobot. Semua sama. Limosin juga, sama kalau yang besar,” ucapnya saat ditemui di Pati, Selasa (7/1/2025).

Harga tersebut, kata dia, berbeda dengan sapi berukuran besar yang sudah terkena PMK. Beberapa hari yang lalu, dirinya bahkan membeli sapi berukuran besar yang sudah terjangkit virus PMK dengan harga hanya berkisar Rp 8 juta – Rp10 juta per ekornya.

“Kadang harga laku Rp 25 juta. Tapi kalau turun hanya laku Rp 10 juta sampai  Rp 8 juta,” jelasnya.

Ia mengaku untuk memenuhi kebutuhan daging konsumsi di pasaran, dirinya hanya membeli sapi sebanyak 1-2 ekor saja. Itupun langsung dipotong pada malam harinya ketika mendapatkan sapi pada siang hari.

“Di rumah tidak berani nyetok, tidak berani saat ini. Soalnya potongannya belum pasti. Tidak ada, sudah saya jual semua. Kalau kena turun banyak. Jadi ketika dapat satu, dua langsung dipotong, tidak risiko,” ujarnya saat ditemui di sela memasarkan hewan ternak di Pasar Wage, Margorejo, Pati, Selasa (7/1).

Menurut Yayo, seluruh peternak sapi di Kabupaten Pati melakukan hal sama seperti yang dilakukannya. Bahkan, di kabupaten tetangga juga tidak ada lagi peternak yang memelihara sapi di kandangnya.

“Musim seperti ini biasanya 3-5 bulan, ini sudah tidak ada barangnya, di kampung habis. Saya kemarin di Blora, Todanan juga tidak ada barang, besar atau kecil. Orang desa ‘kan juga mikir, kalau memelihara dari kecil sampai besar harganya kalau turun hanya sekian,” jelasnya. (SETYO NUGROHO – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info Patijawa tengahpatiPMKTERNAK
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

Camat Kradenan Harus Minta Maaf ke Bupati Blora usai Terbukti Langgar Netralitas ASN

Next Post

Penetapan Bupati Terpilih di Jepara Hanya Akan Dihadiri 100 Orang

Ika Tamara

Ika Tamara

Berita Terkait

Kendalikan PMK, Vaksinasi Sasar 8.170 Ternak Sapi dan Kambing di Grobogan

44,2 Ribu Sapi di Blora Sudah Divaksin PMK Sepanjang 2026

by utia
14 Oktober 2026
525

BLORA, Harianmuria.com - Sekitar 44,2 ribu sapi di wilayah Kabupaten Blora telah mendapatkan suntikan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga Oktober 2026. Vaksinasi tersebut dilakukan sebagai upaya...

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
531

PATI, Harianmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan, Dika Dwi Angga,meninjau proyek penataan trotoar Jalan Sudirman, Kabupaten...

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
514

PATI, Harianmuria.com – DPRD Kabupaten Pati bersama pemerintah setempat setuju melanjutkan pembahasan Raperda APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2027. Persetujuan tersebut setelah seluruh fraksi DPRD Pati menyampaikan pandangan...

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
644

PATI, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mengaku tidak dilibatkan secara teknis dalam proyek renovasi trotoar Jalan Sudirman. Plt Sekretaris DPUTR Pati, Widyotomo,...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

ILUSTRASI: Hacker yang meretas keamanan data diri seseorang. (Freepik/Harianmuria.com)

Awas Serangan Hacker, Ikuti Langkah Jitu Ini Agar Data Diri Anda Tetap Aman

12 September 2022
669
Kegigihan Nio Wujudkan Impiannya Sedari Balita Menjadi Kenyataan

Kegigihan Nio Wujudkan Impiannya Sedari Balita Menjadi Kenyataan

25 Maret 2025
697

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya