KUDUS, Harianmuria.com – Upaya mengembalikan kehijauan Pegunungan Muria menjadi fokus utama dalam kegiatan Retret Wawasan Kebangsaan dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara bagi Forkopimda dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kudus tahun 2025.
Kegiatan yang digelar di Pijar Park selama dua hari, Sabtu–Minggu, 6–7 Desember 2025, tak hanya memperkuat soliditas aparatur, tetapi juga menjadi gerakan nyata pelestarian lingkungan.
Jaga Muria sebagai Penyangga Ekosistem Kudus
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa retret tahun ini bukan sekadar agenda penyelarasan visi aparatur pemerintah, melainkan juga pengingat pentingnya menjaga kelestarian Gunung Muria sebagai penyangga ekosistem Kabupaten Kudus.
“Retret ini bukan hanya untuk menyelaraskan visi dan komitmen kita sebagai pemimpin, tetapi juga wujud kepedulian terhadap lingkungan. Muria adalah kebanggaan masyarakat Kudus; kewajiban kita menjaganya,” ujarnya di Pijar Park, Sabtu, 6 Desember 2025.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tabur benih dan penanaman pohon, aparatur diajak memahami bahwa bela negara juga berarti menjaga sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Tebar 65,5 Kg Benih dan Penanaman 1.000 Bibit
Sebanyak 65,5 kilogram berbagai jenis benih pohon keras disebar oleh peserta retret di jalur tracking sepanjang 2–3 kilometer menuju kawasan hutan Muria.
Jenis benih tersebut meliputi saga, nangka, durian, mangga serta benih lokal lainnya yang dinilai cocok untuk kawasan hutan Muria
Selain itu, sekitar 1.000 bibit pohon keras juga disiapkan untuk ditanam sebagai simbol dimulainya gerakan penghijauan Muria.
“Meskipun tingkat hidupnya sekitar 20 persen, itu sudah sangat berarti. Yang penting ada aksi nyata,” kata Bupati Sam’ani.
Konservasi Muria untuk Cegah Banjir dan Longsor
Plt Kepala Kesbangpol Kudus, Andrias Adi Setiawan, menjelaskan bahwa pemilihan benih dilakukan secara khusus untuk mendukung konservasi Muria.
“Benih yang kita sebar adalah jenis pohon keras karena kawasan ini merupakan hutan. Tanaman sayur atau jenis lain tempatnya di persawahan atau perkebunan,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga tutupan hijau Muria untuk mencegah banjir dan tanah longsor di wilayah hilir.
“Jangan sampai terjadi penggundulan di atas. Jika itu terjadi, yang di bawah akan terdampak langsung. Penyebaran benih ini bagian dari ikhtiar menjaga Muria tetap hijau,” tegasnya.
Kegiatan retret ini melibatkan 152 peserta dari Forkopimda, OPD, BUMD, hingga pimpinan eselon III. Pada hari kedua, jumlah peserta meningkat hingga sekitar 200 orang saat rombongan eselon III bergabung mengikuti tracking dan penyebaran benih.
Pemkab Kudus berharap kegiatan ini menjadi pemantik gerakan bersama untuk menjaga keberlanjutan alam, sekaligus memperkuat nilai kebangsaan dan kepemimpinan di lingkungan birokrasi.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











