Sabtu, Januari 10, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Ekonom Kritik Program MBG: Tidak Tepat Sasaran dan Berisiko Bebani Negara

Ekonom Kritik Program MBG: Tidak Tepat Sasaran dan Berisiko Bebani Negara

Basuki by Basuki
08 Juli 2025 20:31
in News, Nasional, Umum
0 0
Ekonom Bright Institute Awali Rizky (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

Ekonom Bright Institute Awali Rizky (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

SEMARANG, Harianmuria.com – Ekonom dari Bright Institute, Awali Rizky, mengkritik implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum tepat sasaran dan berpotensi membebani keuangan negara secara signifikan.

Dalam acara Jurnalis Ngobrol Ekonomi Indonesia yang digelar di Kota Semarang, Selasa, 8 Juli 2025, Awali menekankan bahwa pendekatan universal dalam penyaluran MBG tidak efektif dan justru kurang tepat dalam mengatasi ketimpangan sosial.

“Di banyak negara, program makan bergizi itu bersifat selektif, bukan universal. Yang diberi adalah mereka yang memang layak menerima. Hasilnya, program seperti itu lebih efektif mengurangi ketimpangan,” ujar Awali.

Ia mengungkapkan, jika pemerintah tetap menerapkan skema universal dengan menyasar sekitar 83 juta penerima manfaat – termasuk siswa SD, SMP, SMA, santri, dan ibu hamil – maka dibutuhkan sumber daya keuangan negara yang sangat besar.

Meski nilai per porsi MBG telah disesuaikan dari Rp15.000 menjadi Rp10.000, Awali menyebut total anggaran yang dibutuhkan tetap mencapai sekitar Rp400 triliun. Menurutnya, angka tersebut tidak realistis.

“Sebagai pengamat fiskal, saya bisa katakan bahwa tidak ada dana longgar sebesar itu. Anggaran negara terbatas,” tegasnya.

Awali menambahkan, pemerintah memang telah mencoba efisiensi anggaran dengan mengalihkan sebagian dana dari kementerian lain, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menutup kebutuhan MBG secara nasional.

Selain faktor anggaran, Awali juga menyoroti tantangan teknis dan kultural dalam implementasi MBG di Indonesia yang sangat beragam. Ia menilai penerapan SOP (Standard Operating Procedure) secara seragam tidak akan berjalan efektif di lapangan.

“Perbedaan wilayah dan budaya membuat SOP nasional sulit diterapkan. Ada risiko keracunan, lauk mentah, hingga distribusi yang tidak merata. Penyesuaian SOP di tiap daerah sangat menantang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Awali meragukan klaim bahwa MBG akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya, kebijakan pengadaan bahan baku yang tersentralisasi justru menghambat potensi tersebut.

“SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) harus mengikuti aturan tertentu yang cenderung tersentralisasi. Jika terus dipaksakan, program ini bisa di ambang kegagalan,” tegasnya.

Awali menyarankan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan menerapkan pendekatan yang lebih terarah dan realistis, agar program MBG benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

(RIZKY SYAHRUL – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: anggaran MBGAwali RizkyBerita SemarangBright InstituteInfo Semarangkritik program MBGMakan Bergizi GratisProgram MBG

Related Posts

Keberhasilan e-parkir di Pasar Sido Makmur mendorong Pemkab Blora menerapkan parkir elektronik di tiga pasar lagi demi meningkatkan PAD hingga Rp10 miliar.
Blora

Sukses di Pasar Sido Makmur, Pemkab Blora Siap Terapkan E-Parkir di 3 Pasar Lagi

9 Januari 2026
Angin kencang menerjang Kecamatan Sidomukti, Salatiga, merusak 10 rumah warga dan 3 warung semi permanen.
Salatiga

Angin Kencang Terjang Sidomukti Salatiga, 10 Rumah dan 3 Warung Rusak

9 Januari 2026
Tagihan listrik sarpras jalan di Blora tembus Rp8,5 miliar sepanjang 2025, efisiensi Pemkab Blora berhasil menghemat anggaran hingga Rp30 juta.
Blora

Tagihan Listrik Sarpras Jalan di Blora Tembus Rp8,5 Miliar, Efisiensi Berhasil Hemat Rp30 Juta

9 Januari 2026
Aksi unik warga adopsi 500 bibit pohon jambu untuk menghijaukan lereng Gunung Merbabu di Getasan, Kabupaten Semarang, demi menjaga kawasan tangkapan air.
Semarang

Unik, Warga Adopsi 500 Bibit Pohon Jambu untuk Hijaukan Lereng Gunung Merbabu

9 Januari 2026
Load More
Next Post
Kepala Dindagkop UKM Blora Kiswoyo menguji e-parkir Pasar Sido Makmur. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

Pemkab Blora Uji Coba E-Parkir di Pasar Sido Makmur, Targetkan Transaksi Non-Tunai Penuh

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS