JEPARA, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara menyoroti tingginya angka penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Bumi Kartini yang belakangan masuk dalam lima besar kasus tertinggi di Jawa Tengah. Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif mengaku sangat prihatin bahwa Kabupaten Jepara berada di peringkat ke-4 tertinggi di Jawa tengah.
“Selamat kepada Kabupaten Jepara yang mendapat peringkat 4 kasus HIV AIDS se-Jawa Tengah. Silahkan dimaknai agar menjadikan kita muhasabah diri bagi masyarakat dan pemerintah apakah predikat itu pantas untuk diberikan kepada Jepara,” ujar gus Haiz sapaan akrab Ketua DPRD Jepara, Minggu (7/8).
Menurutnya, perlu segera dilakukan langkah-langkah konkrit dan serius dari pemerintah bersama stakeholder di bawahnya untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah tersebut agar angka penyebaran HIV dan AIDS di Jepara mengalami penurunan. Selain itu, jika memang tingginya HIV dan AIDS di Jepara disebabkan perilaku menyimpang Lelaki berhubungan seks dengan Lelaki (LSL) maupun Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgende (LGBT), maka harus ada upaya dari pemerintah dan juga aparat penegak hukum untuk bisa mengantisipasi secara dini.
“Bagi saya yang pertama, semua komponen harus bisa betul-betul menjaga keluarga kita masing-masing. Dan yang kedua, menyisir. Dalam artian, menyisir penyebab bertambahnya kasus HIV AIDS disebabkan karena apa, apakah karena seks bebas, perilaku LGBT dan juga LSL,” terangnya.
Demi masa depan kabupaten Jepara, Ia meminta semua kalangan agar bahu-membahu saling bekerjasama menuntaskan permasalahan ini.
“Saya kira, tidak sulit untuk mencari kelompok-kelompok atau komunitas menyimpang seperti itu. Kalau perlu, diburu saja agar tidak semakin merajalela, karena berpotensi sangat cepat perkembangannya, sehingga membahayakan generasi masa depan Kabupaten Jepara. Jadi, mari sama-sama membantu agar Jepara bebas dari HIV AIDS dan juga kelompok LSL dan sejenisnya,” sambungnya.
Untuk itu, ia mengimbau dan meminta masyarakat juga berperan aktif dan jangan takut untuk melaporkan kepada aparat atau pihak terkait jika melihat dan menemukan perilaku penyimpangan.
“Agama islam sendiri sangat murka akan perilaku menyimpang sesama jenis (LSL) dan saya yakin hal ini pun sudah diketahui oleh aparat penegak hukum. Tinggal eksekusinya saja yang harus digalakkan,” pungkas Politis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Sementara disamping itu, menurut data yang dimiliki Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Muh. Ali mengungkapkan, akumulasi
angka HIV di Jepara saat ini mencapai 1062 kasus, sedangkan untuk akumulasi AIDS mencapai 662 kasus.
“Untuk HIV peringkat 4 sedangkan AIDS peringkat 7 di Jawa Tengah. Faktor penyebabnya paling banyak dari seks bebas perilaku menyimpang LGBT dan LSL,” ungkapnya saat dihubungi Koran Lingkar, Minggu (7/8).
Oleh karena itu pihaknya telah bekerjasama dengan pihak-pihak terkait termasuk aparat penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah antisipasi tidak terjadi pergaulan bebas utamanya seks bebas.
“Memperkuat sektor keagamaan pendidikan sebaya kita yang sudah dijalankan,” tandasnya. (Lingkar Network | bas | Harianmuria.com)











