BLORA, Harianmuria.com – Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Karangnongko di Kabupaten Blora terus berjalan. Saat ini, proses pembebasan lahan sedang berlangsung intensif, dengan melibatkan lima desa terdampak di Kecamatan Kradenan.
Bendungan ini diproyeksikan akan menenggelamkan lahan seluas 392,37 hektare (ha), yang mencakup lahan masyarakat, tanah kas desa, hingga kawasan hutan. Tercatat sebanyak 538 kepala keluarga (KK) akan terdampak secara langsung oleh proyek ini.
Kepala Desa Mendenrejo, Supari, menyatakan bahwa proses pendataan di desanya telah rampung. “Untuk Desa Mendenrejo sudah clear, hanya 22 KK dan semuanya sudah beres. Tinggal menunggu proses pembayaran,” ujarnya, Rabu, 6 Agustus 2025.
Tahapan Pembebasan Lahan Masih Berjalan
Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Blora, Atikah, menjelaskan bahwa Bendungan Karangnongko dibiayai melalui dua sumber anggaran. Ganti rugi lahan dibayar melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), sedangkan operasional pengadaan tanah didanai dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum.
Proses penentuan lokasi (penlok) telah dilakukan pada 2024, dan saat ini masuk tahapan inventarisasi dan identifikasi berkas yuridis.
“Target luas lahan terdampak mencapai 392,37 hektare dengan 906 bidang tanah dari lima desa. Namun, jumlah ini bisa berkembang sesuai kebutuhan saluran dan infrastruktur tambahan,” kata Atikah.
Jumlah KK terdampak di lima desa terdiri dari 22 KK di Desa Mendenrejo 22 KK, 146 KK di Desa Ngrawoh, 141 KK di Desa Nginggil, 179 KK di Desa Nglebak, dan 50 KK di Desa Megeri, sehingga total 538 KK terdampak.
Rincian Lahan Terdampak di 5 Desa:
- Desa Mendenrejo
Tanah masyarakat 3,9 ha, 13 bidang - Desa Ngrawoh
Tanah masyarakat 46,99 ha, 285 bidang; tanah kas desa (TKD) 1,05 ha, 8 bidang; tanah wakaf 0,03 ha, 1 bidang; aset Perhutani 2,71 ha, 9 bidang. - Desa Nginggil
Tanah masyarakat 31,55 ha, 159 bidang; TKD 1,82 ha, 8 bidang; tanah wakaf 0,05 ha, 1 bidang; kawasan hutan 183,89 ha; set Perhutani 0,47 ha, 3 bidang. - Desa Nglebak
Tanah masyarakat 65,12 ha, 309 bidang; TKD 1,93 ha, 4 bidang; tanah wakaf 0,01 ha, 1 bidang; aset Perhutani 9,42 ha, 11 bidang. - Desa Megeri
Tanah masyarakat 36,02 ha, 138 bidang; TKD 7,4 ha (TKD), 7 bidang; tanah wakaf 0,01 ha, 1 bidang.
Total Lahan yang Terdampak
Akumulasi lahan yang terdampak meliputi tanah kas desa (TKD) 12,20 ha (28 bidang), tanah masyarakat 183,58 ha (905 bidang), tanah wakaf 0,10 ha (4 bidang), kawasan hutan 183,89 ha, dan aset Perhutani 12,60 ha (23 bidang).
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki











