• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

2026, Pertanian Organik Jadi Program Prioritas Kabupaten Semarang

Basuki Rahardjo by Basuki Rahardjo
13 Februari 2025
in News, Semarang
70 6
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat memanen buah tomat yang ditanam secara organik di Sekolah Tani Milenial yang ada di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat memanen buah tomat yang ditanam secara organik di Sekolah Tani Milenial yang ada di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

582
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KAB.SEMARANG, Harianmuria.com – Pembangunan pertanian organik akan menjadi program prioritas di Kabupaten Semarang pada 2026. Hal itu dinyatakan Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis (13/2/2025).

Menurut Bupati, saat ini pertanian organik masih menjadi tren untuk dilakukan dalam rangka mendukung gaya hidup sehat bagi masyarakat. “Untuk itu, kami berharap pembangunan pertanian organik ini bisa menjadi salah satu program prioritas di tahun 2026 nanti,” ungkapnya.

Hal itu dilakukan dengan tujuan agar ke depan, Kabupaten Semarang bisa menjadi salah satu wilayah sentra beras organik. Tidak hanya beras, lanjut Ngesti, komoditas sayuran organik juga akan terus dikembangkan ke depannya.

“Dengan demikian, program prioritas pertanian organik ini bisa menyeluruh di semua jenis tanaman, baik padi, sayuran maupun buah-buahan di Kabupaten Semarang,” tandasnya.

Dijelaskan, dengan keanekaragaman komoditas yang diproduksi dengan cara pertanian organik ini, maka ke depan Kabupaten Semarang akan dapat memenuhi komoditas organik yang akan mendukung ketahanan pangan.

“Sekaligus juga untuk meningkatkan mutu kesehatan dan kehidupan warga. Sehingga, pertanian organik ini bisa menyejahterakan semua lapisan, petani sejahtera karena harga jual bagus dan hasil panen melimpah, sementara warga bisa hidup sehat dan sejahtera karena komoditas pangan mereka semuanya dari hasil pertanian organik di Kabupaten Semarang,” urainya.

Disinggung soal pangsa pasar hasil dari pertanian organik, Ngesti menyatakan saat ini pangsa pasar untuk produk-produk pertanian organik masih sangat terbuka lebar. “Apalagi jika kita menyasar pangsa pasar luar negeri, ini masih terbuka lebar sekali saat ini,” sambungnya.

Data Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menunjukkan total terdapat 38,54 hektare (Ha) lahan sayuran organik yang sudah bersertifikat di wilayah tersebut.

“Adapun lahan sayuran organik sejumlah 38,54 Ha ini tersebar di lima desa di wilayah Kecamatan Getasan, diantaranya Desa Batur, Desa Manggihan, Desa Wates, Desa Kopeng, dan Desa Tajuk,” kata Kabid Pertanian Dispertanikap Kabupaten Semarang Ambar Suryaningsih.

Ambar menambahkan, di Kabupaten Semarang ada 168,32 Ha lahan padi organik yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan. Kemudian ada lahan padi dengan total seluas 148 Ha yang saat ini tengah beralih menuju padi organik.

“Lahan menuju ke padi organik ini total tersebar di 33 desa di berbagai wilayah kecamatan, antara lain Ambarawa, Tuntang, Jambu, Bergas, Bringin, Bawen, hingga Ungaran Timur. Kami juga berikan bantuan pupuk organik padat dan cair serta pupuk hayati untuk petani organik ini,” pungkasnya.

(HESTY IMANIAR – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bupati SemarangInfo Semarangpertanian organik
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

Jenguk Korban Kebakaran di Cepu, Bupati Serahkan Santunan Rp7,5 Juta

Next Post

Kaya SDA, Dewan Minta Pemkab Blora Lirik Industri Berbasis Pertanian

Basuki Rahardjo

Basuki Rahardjo

Berita Terkait

Perkuat Pertanian Organik, Pemkab Blora Dorong Tiap Desa Sediakan 1 Ha Lahan Demplot

Perkuat Pertanian Organik, Pemkab Blora Dorong Tiap Desa Sediakan 1 Ha Lahan Demplot

by ulfa puspa
8 September 2026
529

BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Blora melirik pengembangan pertanian organik dengan mendorong setiap desa menyediakan minimal satu hektare lahan bengkok sebagai demplot (demontrasi plot). Bupati Blora, Arief Rohman,...

Bupati Blora Dorong Desa Sediakan 1 Hektare Lahan Bengkok untuk Pertanian Organik

Bupati Blora Dorong Desa Sediakan 1 Hektare Lahan Bengkok untuk Pertanian Organik

by Rosyid
11 Agustus 2026
538

BLORA, Harianmuria.com - Bupati Blora, Arief Rohman, mendorong seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Blora menyediakan sedikitnya satu hektare lahan bengkok untuk pengembangan pertanian organik. Menurutnya, lahan bengkok...

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

by Sekar Sari
7 Juli 2026
586

SEMARANG, Harianmuria.com - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, area pertokoan di Pasar Johar Semarang mulai dipenuhi ibu-ibu yang mengantar anaknya untuk membeli seragam sekolah. Seperti yang terlihat di...

123 Ton Bawang Bombai di Semarang Ternyata Selundupan dari Malaysia

123 Ton Bawang Bombai di Semarang Ternyata Selundupan dari Malaysia

by ulfa puspa
26 Januari 2026
608

Semarang, Harianmuria.com – Polisi mengungkap kasus penyelundupan bawang bombai impor ilegal yang digagalkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kapolrestabes Semarang, Kombes Syahduddi, menyatakan bawang bombai impor ilegal itu...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

21 Ribu Peserta JKN Blora Dinonaktifkan, Ini Penyebab dan Solusi dari Dinsos

21 Ribu Peserta JKN Blora Dinonaktifkan, Ini Penyebab dan Solusi dari Dinsos

16 Juni 2025
641
Ganjel Rel salah satu takjil khas Jawa Tengah. (Instagram @nyonyah_cakery/Harianmuria.com)

10 Pilihan Takjil Khas Jawa Tengah Ini Cocok Dijadikan Menu Berbuka Puasa

1 Maret 2023
829

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya