• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Senin, Agustus 24, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

KP2MI Perkuat Kolaborasi Bersama Mitra Pembangunan dalam Pelindungan PMI

ulfa puspa by ulfa puspa
10 Juli 2026
in Nasional, News
75 2
Suasana forum Memahami Best Practice Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Desa yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. (dok for Harianmuria.com)

Suasana forum Memahami Best Practice Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Desa yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. (dok for Harianmuria.com)

584
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat sinergi dalam membangun pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

KP2MI mengajak mitra memberikan sosialiasi terkait pelindungan PMI melalui forum Memahami Best Practice Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Desa yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat implementasi Program Desa Migran EMAS melalui pembelajaran dari berbagai praktik baik yang telah berkembang di lapangan.

Melalui program ini KP2MI ingin membangun pelindungan PMI dimulai dari desa sebagai ruang pertama tempat masyarakat memperoleh informasi, mengambil keputusan, hingga mempersiapkan diri untuk bekerja ke luar negeri.

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Muh. Fachri, menegaskan bahwa pelindungan pekerja migran membutuhkan perubahan cara pandang. Selama ini perhatian sering kali terfokus pada penyelesaian persoalan setelah pekerja migran berada di negara penempatan.

Menurutnya, akar berbagai persoalan banyak bermula dari desa, mulai dari kurangnya informasi, lemahnya tata kelola migrasi, hingga masih tingginya praktik penempatan nonprosedural.

“Desa adalah titik awal migrasi. Di sanalah negara harus hadir melalui edukasi, tata kelola yang baik, penguatan keluarga, pemberdayaan ekonomi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pelindungan tidak boleh menunggu masalah terjadi, tetapi harus dibangun sejak awal,” jelasnya.

Program Desa Migran EMAS merupakan wujud transformasi kebijakan pelindungan pekerja migran yang menempatkan desa sebagai pusat layanan sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut tidak hanya mendorong masyarakat bermigrasi secara aman dan prosedural, tetapi juga memastikan keluarga pekerja migran tetap memperoleh pendampingan serta membuka ruang bagi purna PMI untuk tumbuh menjadi pelaku ekonomi produktif di daerah asalnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak memulai dari ruang kosong. Berbagai organisasi internasional, serikat buruh, dan organisasi masyarakat sipil telah mengembangkan model-model pelindungan berbasis desa yang terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat implementasi Desa Migran EMAS di berbagai daerah.

Berbagai praktik baik yang dipaparkan dalam forum menunjukkan bahwa keberhasilan pelindungan pekerja migran tidak lahir dari kerja satu institusi, melainkan dari kolaborasi yang tumbuh di tingkat desa.

SBMI melalui Migrant Workers Resource Center (MRC), misalnya, membangun mekanisme layanan yang menghubungkan pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat dalam penyediaan informasi migrasi aman, pendataan pekerja migran, mekanisme rujukan, hingga pendampingan keluarga PMI.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa desa mampu menjadi pusat layanan yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi benteng pertama dalam mencegah migrasi nonprosedural.

Sementara itu, Lakpesdam PBNU memaparkan pengalaman mendampingi puluhan desa melalui Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas.

Pendampingan tersebut berhasil mendorong terbentuknya Satuan Tugas Desa Migran, penguatan forum multipihak, penyusunan Peraturan Desa tentang Pelindungan PMI, hingga peningkatan kapasitas aparatur desa dalam memberikan layanan kepada pekerja migran dan keluarganya.

Berbagai capaian tersebut memperlihatkan bahwa pelindungan pekerja migran akan lebih berkelanjutan apabila menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan desa.

Forum ini juga menampilkan berbagai contoh keberhasilan desa dalam mengintegrasikan pelindungan pekerja migran dengan pembangunan ekonomi lokal.

Di Kabupaten Tulungagung, misalnya, sejumlah desa berhasil mengembangkan program pemberdayaan bagi PMI purna melalui budidaya melon dan bawang merah, pengolahan kakao, pengembangan kerajinan berbahan bambu, hingga pelatihan usaha produktif bagi keluarga pekerja migran.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kepulangan pekerja migran bukanlah akhir dari proses migrasi, melainkan awal untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga dan desa.

Selain itu, penguatan kapasitas aparatur desa juga terus dilakukan melalui pelatihan tata kelola migrasi, pengelolaan data pekerja migran, penanganan kasus, hingga peningkatan layanan bagi calon pekerja migran, PMI purna, dan keluarganya.

Bersamaan dengan itu, sejumlah desa telah mengesahkan Peraturan Desa tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya sebagai dasar hukum penyelenggaraan layanan pelindungan di tingkat desa.

Fachri menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh mitra pembangunan untuk mempercepat lahirnya ekosistem pelindungan pekerja migran yang semakin kuat.

“Kami meyakini bahwa pelindungan pekerja migran adalah tanggung jawab bersama. Negara memiliki mandat untuk memimpin, tetapi keberhasilannya ditentukan oleh kolaborasi. Ketika pemerintah, organisasi internasional, pemerintah daerah, pemerintah desa, serikat buruh, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga masyarakat bergerak bersama, maka kita sedang membangun sistem pelindungan yang mampu menjaga setiap warga negara sejak sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air,” tuturnya.

Melalui forum ini, KP2MI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat Program Desa Migran EMAS sebagai strategi nasional dalam membangun tata kelola migrasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

Desa tidak lagi dipandang hanya sebagai daerah asal pekerja migran, melainkan sebagai fondasi utama pelindungan negara. Dari desa yang kuat akan lahir pekerja migran yang terlindungi, keluarga yang berdaya, dan masyarakat yang semakin sejahtera.

Jurnalis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: KP2MInasionalpekerja migranPekerja Migran Indonesia
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

JMSI Lampung Siap Bersinergi Jaga Stabilitas Daerah Lewat Pemberitaan Berkualitas

Next Post

Warga Desak Perbaikan Jalan Godo–Sinomwidodo Pati, DPRD Pati: Sedang Proses Lelang

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Tantangan dan Kebijakan SDM Indonesia dalam Mempersiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

by Basuki
18 Agustus 2026
525

Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Edukasi pra pendaftaran pekerja migran menjadi bentuk pelindungan negara sebelum bekerja, dengan memperkuat literasi, informasi, prosedur, dan posisi tawar PMI.

Edukasi Pra Pendaftaran Pekerja Migran Indonesia sebagai Bukti Kehadiran Negara Dalam Memberikan Pelindungan Sebelum Bekerja

by Basuki
18 Agustus 2026
531

Oleh: Dini Marhani Harianmuria.com – Kemerdekaan tidak hanya selalu terkait dengan terbebasnya suatu bangsa dari penjajahan. Kemerdekaan juga tercermin dari kemampuan tiap warga negaranya untuk menentukan masa depannya...

Ilustrasi PMI

Membangun PMI Merdeka dari Hulu

by Redaksi
18 Agustus 2026
527

Harianmuria.com - Sudah sekitar 7 (tujuh) tahun saya mengabdikan diri mengurusi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Keluarga Pekerja Migran Indonesia (Keluarga PMI) sebagaimana...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (tengah) menghadiri Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (17/8/2026) malam. (Dok. KP2MI)

Menteri Mukhtarudin Apresiasi Antusiasme Masyarakat terhadap Program Prioritas Pemerintah di Karnaval Monas

by Redaksi
18 Agustus 2026
513

JAKARTA, Harianmuria.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menilai antusiasme masyarakat terhadap program-program prioritas pemerintah terlihat dalam Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di kawasan Monumen Nasional (Monas),...

Load More

BERITA UTAMA

Sudah Beroperasi 20 Tahun, Sejumlah Kerusakan Pasar Pamotan Rembang Jadi Sorotan

Sudah Beroperasi 20 Tahun, Sejumlah Kerusakan Pasar Pamotan Rembang Jadi Sorotan

24 Agustus 2026
513
Warga Kaliwungu Kendal Sambut Maulid Nabi dengan Tradisi Weh-wehan

Warga Kaliwungu Kendal Sambut Maulid Nabi dengan Tradisi Weh-wehan

22 Agustus 2026
518
Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

21 Agustus 2026
541
Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

21 Agustus 2026
766

TRENDING HARI INI

  • Batik Pramesti Khas Kendal Masuk 12 Besar Wastra Batik Terbaik Nasional

    Batik Pramesti Khas Kendal Masuk 12 Besar Wastra Batik Terbaik Nasional

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Karnaval Pembangunan Tutup Rangkaian Peringatan HUT ke-81 RI di Rembang

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Pemkab Grobogan Siapkan 2 Videotron Raksasa di Pusat Kota

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Nampak wisata Sendang Keongan di Desa pegnanten, Kecamatan Klambu, Grobogan yang digadang bakal jadi ikon wisata baru. (Pemkab Grobogan | Harianmuria.com)

Wisata Sendang Keongan Digadang-gadang Jadi Ikon Baru Grobogan

31 Januari 2025
805
Hobi Buat Miniatur Bus, ASN Blora Ini Raup Cuan di Waktu Luang

Hobi Buat Miniatur Bus, ASN Blora Ini Raup Cuan di Waktu Luang

31 Maret 2025
587

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya