• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Agustus 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

KP2MI Perkuat Kolaborasi Bersama Mitra Pembangunan dalam Pelindungan PMI

ulfa puspa by ulfa puspa
10 Juli 2026
in Nasional, News
75 2
Suasana forum Memahami Best Practice Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Desa yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. (dok for Harianmuria.com)

Suasana forum Memahami Best Practice Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Desa yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. (dok for Harianmuria.com)

583
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat sinergi dalam membangun pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

KP2MI mengajak mitra memberikan sosialiasi terkait pelindungan PMI melalui forum Memahami Best Practice Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Desa yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat implementasi Program Desa Migran EMAS melalui pembelajaran dari berbagai praktik baik yang telah berkembang di lapangan.

Melalui program ini KP2MI ingin membangun pelindungan PMI dimulai dari desa sebagai ruang pertama tempat masyarakat memperoleh informasi, mengambil keputusan, hingga mempersiapkan diri untuk bekerja ke luar negeri.

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Muh. Fachri, menegaskan bahwa pelindungan pekerja migran membutuhkan perubahan cara pandang. Selama ini perhatian sering kali terfokus pada penyelesaian persoalan setelah pekerja migran berada di negara penempatan.

Menurutnya, akar berbagai persoalan banyak bermula dari desa, mulai dari kurangnya informasi, lemahnya tata kelola migrasi, hingga masih tingginya praktik penempatan nonprosedural.

“Desa adalah titik awal migrasi. Di sanalah negara harus hadir melalui edukasi, tata kelola yang baik, penguatan keluarga, pemberdayaan ekonomi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pelindungan tidak boleh menunggu masalah terjadi, tetapi harus dibangun sejak awal,” jelasnya.

Program Desa Migran EMAS merupakan wujud transformasi kebijakan pelindungan pekerja migran yang menempatkan desa sebagai pusat layanan sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut tidak hanya mendorong masyarakat bermigrasi secara aman dan prosedural, tetapi juga memastikan keluarga pekerja migran tetap memperoleh pendampingan serta membuka ruang bagi purna PMI untuk tumbuh menjadi pelaku ekonomi produktif di daerah asalnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak memulai dari ruang kosong. Berbagai organisasi internasional, serikat buruh, dan organisasi masyarakat sipil telah mengembangkan model-model pelindungan berbasis desa yang terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat implementasi Desa Migran EMAS di berbagai daerah.

Berbagai praktik baik yang dipaparkan dalam forum menunjukkan bahwa keberhasilan pelindungan pekerja migran tidak lahir dari kerja satu institusi, melainkan dari kolaborasi yang tumbuh di tingkat desa.

SBMI melalui Migrant Workers Resource Center (MRC), misalnya, membangun mekanisme layanan yang menghubungkan pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat dalam penyediaan informasi migrasi aman, pendataan pekerja migran, mekanisme rujukan, hingga pendampingan keluarga PMI.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa desa mampu menjadi pusat layanan yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi benteng pertama dalam mencegah migrasi nonprosedural.

Sementara itu, Lakpesdam PBNU memaparkan pengalaman mendampingi puluhan desa melalui Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas.

Pendampingan tersebut berhasil mendorong terbentuknya Satuan Tugas Desa Migran, penguatan forum multipihak, penyusunan Peraturan Desa tentang Pelindungan PMI, hingga peningkatan kapasitas aparatur desa dalam memberikan layanan kepada pekerja migran dan keluarganya.

Berbagai capaian tersebut memperlihatkan bahwa pelindungan pekerja migran akan lebih berkelanjutan apabila menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan desa.

Forum ini juga menampilkan berbagai contoh keberhasilan desa dalam mengintegrasikan pelindungan pekerja migran dengan pembangunan ekonomi lokal.

Di Kabupaten Tulungagung, misalnya, sejumlah desa berhasil mengembangkan program pemberdayaan bagi PMI purna melalui budidaya melon dan bawang merah, pengolahan kakao, pengembangan kerajinan berbahan bambu, hingga pelatihan usaha produktif bagi keluarga pekerja migran.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kepulangan pekerja migran bukanlah akhir dari proses migrasi, melainkan awal untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga dan desa.

Selain itu, penguatan kapasitas aparatur desa juga terus dilakukan melalui pelatihan tata kelola migrasi, pengelolaan data pekerja migran, penanganan kasus, hingga peningkatan layanan bagi calon pekerja migran, PMI purna, dan keluarganya.

Bersamaan dengan itu, sejumlah desa telah mengesahkan Peraturan Desa tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya sebagai dasar hukum penyelenggaraan layanan pelindungan di tingkat desa.

Fachri menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh mitra pembangunan untuk mempercepat lahirnya ekosistem pelindungan pekerja migran yang semakin kuat.

“Kami meyakini bahwa pelindungan pekerja migran adalah tanggung jawab bersama. Negara memiliki mandat untuk memimpin, tetapi keberhasilannya ditentukan oleh kolaborasi. Ketika pemerintah, organisasi internasional, pemerintah daerah, pemerintah desa, serikat buruh, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga masyarakat bergerak bersama, maka kita sedang membangun sistem pelindungan yang mampu menjaga setiap warga negara sejak sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air,” tuturnya.

Melalui forum ini, KP2MI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat Program Desa Migran EMAS sebagai strategi nasional dalam membangun tata kelola migrasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

Desa tidak lagi dipandang hanya sebagai daerah asal pekerja migran, melainkan sebagai fondasi utama pelindungan negara. Dari desa yang kuat akan lahir pekerja migran yang terlindungi, keluarga yang berdaya, dan masyarakat yang semakin sejahtera.

Jurnalis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: KP2MInasionalpekerja migranPekerja Migran Indonesia
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

JMSI Lampung Siap Bersinergi Jaga Stabilitas Daerah Lewat Pemberitaan Berkualitas

Next Post

Warga Desak Perbaikan Jalan Godo–Sinomwidodo Pati, DPRD Pati: Sedang Proses Lelang

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Ketibaan jenazah di rumah duka di Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Sabtu (15/8/2026).

BP3MI Jawa Barat Fasilitasi Pemulangan Jenazah Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu dari Taiwan

by Redaksi
15 Agustus 2026
514

INDRAMAYU, Harianmuria.com – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat memfasilitasi pemulangan jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial BI yang meninggal dunia saat bekerja di...

Jenazah PMI yang meninggal dunia di Taiwan tiba di rumah duka di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Jenazah PMI yang Meninggal di Taiwan Tiba di Bogor, Negara Pastikan Hak hingga Akhir Hayat

by Redaksi
15 Agustus 2026
514

KAB. BOGOR, Harianmuria.com – Jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial N yang meninggal dunia di Taiwan akhirnya tiba di rumah duka di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. (Dok. KP2MI)

Sambut Visi Prabowo, Menteri Mukhtarudin Siap Cetak PMI Berdaya Saing Kelas Dunia

by Redaksi
14 Agustus 2026
519

JAKARTA, Harianmuria.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyambut positif visi Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks...

Menteri P2MI - Mukhtarudin

KP2MI Siapkan 500 Ribu CPMI, 300 Ribu Lulusan SMK Dibidik Kerja Global

by Redaksi
11 Agustus 2026
517

JAKARTA, Harianmuria.com – Sebanyak 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja global. KP2MI membidik 300.000 lulusan SMK melalui program Asta Mandala SMK...

Load More

BERITA UTAMA

Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
527
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
528
DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
528
Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

13 Agustus 2026
538

TRENDING HARI INI

  • Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    646 shares
    Share 258 Tweet 162
  • Stok Beras Bulog di Blora Capai 12.700 Ton, Cukup untuk 1 Tahun ke Depan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Pajak Air Tanah Naik 400 Persen, DPRD Semarang Dorong Industri Beralih ke PDAM

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Grobogan Gelar Pilkades Serentak di 223 Desa Tahun Ini, Ini Bocoran Jadwalnya

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • NgAllah Suluk Maleman: Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Perbaikan Jalan Semarang–Purwodadi Dijatah Rp2,4 M, Ruas Bringin Grobogan Jadi Prioritas

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Pijar Park Kudus, Wisata Alam Seru di Lereng Muria dengan Beragam Wahana

Pijar Park Kudus, Wisata Alam Seru di Lereng Muria dengan Beragam Wahana

13 Juni 2025
931
ILUSTRASI-Kue Keranjang.

Ini Dia 5 Makna Filosofis Kue Keranjang, Nomor 3 Wajib Kalian Tau!

28 Januari 2025
598

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya