KUDUS, Harianmuria.com — Pemerintah Kabupaten Kudus mempercepat perbaikan jembatan Desa Menawan, Kecamatan Gebog agar dapat kembali berfungsi sebelum hari raya Idulfitri.
Jembatan Menawan itu ambrol pada awal Februari 2026. Pemkab Kudus menarget perbaikan rampung empat hari sebelum lebaran.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan pemerintah daerah berupaya mempercepat proses pembangunan agar masyarakat tidak terlalu lama mengalami kesulitan akses.
“Jembatan Menawan seminggu lagi sebelum lebaran selesai. Ini sudah mulai dikerjakan dan targetnya H-4 Lebaran sudah bisa dilewati,” ujarnya di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu, 11 Maret 2026 sore.
Keberadaan jembatan Menawan sangat penting bagi aktivitas masyarakat, khususnya warga yang setiap hari melintas untuk bekerja maupun menjalankan kegiatan ekonomi.
“Ini akses penting bagi warga. Kita upayakan sebelum Lebaran sudah bisa dilewati, semoga cuaca mendukung,” ucapnya.
Jembatan Desa Menawan Ambrol, Bupati Kudus Instruksikan Penanganan Lanjutan
Jembatan Desa Menawan diketahui terakhir dibangun pada 2016. Infrastruktur tersebut mulai mengalami kerusakan serius pada Senin, 12 Januari 2026, setelah bagian penyangga jembatan tergerus derasnya arus sungai hingga akhirnya ambrol.
Putusnya akses sempat membuat aktivitas warga terganggu, terutama masyarakat di RW 4 Desa Menawan yang bergantung pada jalur tersebut untuk mobilitas sehari-hari.
Sebagai solusi sementara, warga bersama aparat keamanan setempat berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan bambu pada 25 Januari 2026.
Upaya gotong royong itu dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meski dengan keterbatasan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa pada awalnya pembangunan jembatan direncanakan akan melibatkan TNI.
Namun, rencana tersebut berubah setelah ada instruksi untuk memprioritaskan pembangunan jembatan baru dengan konstruksi armco.
“Karena ada perintah untuk pembangunan jembatan model armco, akhirnya pelaksanaan pembangunan dikembalikan ke Pemkab Kudus,” jelasnya.
Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengajukan proposal bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk pembangunan jembatan tersebut bersama usulan perbaikan 15 jembatan lain di Kabupaten Kudus.
Jika dilakukan pembangunan ulang secara menyeluruh, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Bahkan apabila menggunakan konstruksi baru sepenuhnya, biaya yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar Rp4 miliar.
Namun, karena kebutuhan masyarakat mendesak, Pemkab Kudus memilih melakukan penanganan cepat menggunakan dana perawatan rutin dengan anggaran sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta.
Perbaikan dilakukan dengan metode penguatan konstruksi menggunakan batu yang disusun dan dilapisi campuran beton agar struktur jembatan lebih kokoh.
“Secara teknis, jembatan tersebut memiliki bentang sekitar delapan hingga 10 meter dengan lebar kurang lebih empat meter serta tinggi fondasi sekitar lima meter,” terangnya.
Hingga awal Maret 2026, progres pengerjaan tercatat mencapai sekitar 10 persen.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa











