KUDUS, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus mencatat ada sekitar 3.570 titik jalan rusak pascabencana pada awal Januari 2026.
Ribuan titik jalan rusak tersebut diperbaiki secara bertahap. Hingga awal Februari 2025, sekitar 1.500 diantaranya belum selesai.
“Saat ini masih kurang sekitar 1.500 titik jalan yang rusak (belum diperbaiki),” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, Kamis, 5 Februari 2026.
Harry menjelaskan, jalan rusak pascabencana yang belum bisa diperbaiki itu terkendala cuaca. Mengingat, saat ini kondisi intensitas hujan di Kabupaten Kudus masih tinggi.
“Untuk titik jalan rusak itu tersebar di seluruh jalan kabupaten,” imbuhnya.
Perbaikan jalan rusak pascabencana ini menggunakan anggaran perbaikan rutin Dinas PUPR Kabupaten Kudus. Tahun 2026 anggaran perbaikan rutin senilai Rp7 miliar.
Kendati belum tuntas, ia menegaskan perbaikan jalan segera diselesaikan. Apalagi saat ini sudah mendekati bulan Suci Ramadhan yang identik dengan adanya tradisi mudik lebaran.
“Kita kerjakan terus, harapannya sebelum lebaran sudah banyak yang ter-cover,” ucapnya.
Upaya percepatan perbaikan jalan ini nantinya diharapkan bisa menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Pemerintah daerah juga terus membuka ruang koordinasi lintas sektor agar seluruh ruas jalan, baik kabupaten, provinsi, maupun nasional, dapat tertangani secara optimal.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











